Batik Pakualaman Visualisasi Naskah Kuno

0 117

Batik Pakualaman Visualisasi Naskah Kuno

Kadipaten Pakualaman memiliki banyak misi. Salah satunya adalah sebagai pengemban kebudayaan. Sebagai wujud misi sebagai pengemban kebudayaan tersebut, Kadipaten Pakualaman melakukan inovasi. Yakni, pembuatan batik yang berasal dari naskah-naskah kuno Pakualaman.

Berdasar naskah-naskah kuno yang dimiliki oleh Pakualaman, lahirlah motif batik yang menggambarkan delapan tipe kepemimpinan atau Astabrata.

“Saya kolaborasi dengan Paku Alam X. Beliau membuat buku dan saya membuat batik dari naskah kuno di Pakualaman,” ujar Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Paku Alam X saat pembukaan pameran batik Keraton Jogja dan Kadipaten Pakualaman bertema Cerita Dibalik Canting yang diselenggarakan di Taman Pintar Jogja. Pameran tersebut menampilkan 14 motif batik. Dari jumlah tersebut, 12 motif batik dari Kadipaten Pakualaman.

GKBRAy Paku Alam X menjelaskan, mMotif batik khas Pakualaman yang dibuatnya tersebut berdasarkan gambar dari naskah kuno yang terdapat di Pakualaman. Motif terbnaru yang berhasil dirampungkannya adalah batik Astabrata.

“Motif batik Astabrata tentang delapan sifat yang harus dimiliki pemimpin,” tambahnya.

Selain motif batik Astabrata, GKBRAy Paku Alam X telah membuat banyak motif batik yang mengandung makna istimewa. Di antaranya, motif batik tentang 21 rahasia kehidupan yang termuat dalam ajaran Sestradi atau Wilaya Kusuma Jana.

“Sestradi itu ajaran tentang kaidah hidup sebagai pemimpin dan hidup dalam masyarakat yang senantiasa harus dihormati para kerabat dan manusia,” ungkapnya.

Untuk membuat satu motif kain batik yang memuat ajaran-ajaran adiluhung di Pakualaman, GKBRAy Paku Alam X mengaku membutuhkan waktu lumayan lama. Pembuatan motif batik tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Menurutnya, tantangan untuk membuat motif batik berdasar naskah-naskah kuno yang dimiliki Pakualaman adalah memvisualkan ajaran yang berbentuk teks ke bentuk motif batik. Untuk pembuatan batiknya pun dilakukan dengan batik tulis. Dengan demikian, proses pembuatan batik membutuhkan waktu antara tiga hingga enam bulan.

“Maka rata-rata kalau dijual kain batik Pakualaman harganya mahal. Ini karena proses dan makna filosofisnya,” jelas GKBRAy Paku Alam X. 

Source https://radarjogja.co https://radarjogja.co/2018/02/27/batik-pakualaman-visualisasi-naskah-kuno/
Comments
Loading...