Batik Pakrida Batik Hasil Kreasi Masyarakat Pasuruan

0 288

Batik Pakrida Batik Hasil Kreasi Masyarakat Pasuruan

Batik Indonesia sudah ditetapkan sebagai bagian dari warisan budaya oleh UNESCO, perkembangan industri batik di Indonesia sangat pesat. Kota-kota yang sebelumnya bukan merupakan sentra batik, berlomba untuk memiliki produk batik yang khas. Salah satunya adalah Kabupaten Pasuruan. Kabupaten Pasuruan sejak beberapa tahun belakangan ini giaat dalam mengembangkan batik Pakrida. Batik Pakrida diisi oleh perpaduan gambar gunung Pananjakan yang berada di Pasuruan, bunga Krisan, dan dan Sedap Malam.

Batik Pakrida sangat khas karena menggambarkan pesona Pasuruan yang dikenal lewat gunung Pananjakan, bunga sedap malam dan bunga krisan. Salah satu perajin batik di Pasuruan Tuah Utari mengatakan, perajin batik di beberapa daerah di Pasuruan memulai usahanya sejak tahun 2010. Saat itu salah satu perusahaan rokok ternama di Indonesia ini memberikan pembinaan kepada warga setempat dengan memberikan pelatihan membatik.

Tuah sendiri tidak berhenti menimba ilmu hanya pada program pembinaan. Setelah kegiatan pembinaan itu selesai, ia kembali mendalami ilmu membatik lewat kursus selama dua tahun. Dari kurus ini timbul lah ide untuk membuat batik colet dan celup.

Menurut Tuah, produksi batik colet membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang ekstra karena cenderung lebih sulit ketimbang membatik menggunakan canting. Tak ayal jika saat ini Tuah hanya bisa memproduksi 10 lembar kain batik Pakrida per bulannya.

“Batik khas kami ini berbeda tidak menggunakan canting murni, melainkan colet dan jika batik colet ini pembuatannya lebih rumit dan diutamakan kesabaran.” ungkapnya Proses pembuatan diawali dengan mendesain, dilanjutkan dengan canting tipis, kemudian dicolet menggunakan kuas. Warna pun diikat supaya tidak luntur.

Proses selanjutnya, kain yang sudah diwarnai dicuci sampai bersih untuk kemudian dibeber dan ditembok menggunakan kuas. Setelah itu kain dilapis dengan malam dan ditutup. Waktu penjemurannya sendiri memakan waktu 2 hari sebelum diberi warna dasar.

Tuah menjajakan kain produksinya dengan harga IDR150.000 hingga jutaan rupiah, tergantung kerumitan motif yang dipesan. Warna yang dipakai dalam pewarnaan batik Pakrida seperti hijau, cokelat, hitam, biru jadi bukan warna terang. Dengan pemasaran ke area Jawa Timur dan sekitarnya batik ini menjadi menjadi tambahan koleksi para kolektor batik di Jawa.

Source Batik Pakrida Batik Hasil Kreasi Masyarakat Pasuruan Batik
Comments
Loading...