Batik Organik Pasuruan

0 286

Batik Organik Pasuruan

Kain batik yang diproduksi di Jl Bader No 177 Kalirejo, Bangil, Pasuruan, kian digemari konsumen lokal maupun internasional. Ciri khas batik ini adalah penggunaan bahan organik untuk pewarna kain. Sri Kholifah salah satu perajin batik yang berasal dari Kabupaten Pasuruan mengatakan batik produksinya menggunakan getah daun mangga, jolawe (sejenis rumput-rumputan), mahoni, kunyit, dan bahan-bahan dasar lainnya untuk pewarna batik produksinya. Meskipun bahan dasarnya dari tumbuhan-tumbuhan organik, kain batik produksinya beraneka warna.Dari kuning keemasan hingga cokelat tua, bahkan kebiru-biruan.

Untuk mendapatkan gradasi dan kedalaman warna, menurut Sri Kholifah atau yang lebih akrab dipanggil Ifa, bergantung proses fiksasinya (biasa disebut teknik pencelupan), menggunakan zat pengikat seperti kapur, tawas, atau batu tunjung. Kain Batik Organik harganya menjadi lebih mahal, karena prosesnya menjadi lebih lama. Jika kain batik yang menggunakan pewarna kimia, sekitar dua pekan bisa selesai. Namun, jika menggunakan pewarna organik, prosesnya bisa mencapai antara satu sampai dua bulan.

Tidak heran bila kain Batik Organik harganya lebih mahal daripada kain batik dengan pewarna dari bahan kimia. Kain batik dengan pewarna alami ini dijual antara Rp 400.000 hingga Rp 4,5 juta per lembar. Kain itu memiliki lebar beragam, ada yang lebarnya 2,5 meter ada juga dengan lebar 4,5 meter. Itu masih ditambah selendang. Harga juga bergantung motif serta kain yang digunakan, apakah kain mori, sutera, atau sutera ATBM (alat tenun bukan mesin).
Source Batik Organik Pasuruan Batik
Comments
Loading...