Batik on Denim By Lazuli Sarae : Cita Rasa Lokal, Go Internasional

0 16

Sebagai orang Jogja, jelas saya bangga dengan batiK. Suatu teknik ukir dan pewarnaan kain dengan motif tertentu yang membudaya di Indonesia. Gimana ga bangga? Pada masa kerajaan Mataram, Solo, dan Yogyakarta, batik dikerjakan hanya sebatas dalam Keraton saja. Hasilnya pun hanya boleh digunakan oleh raja dan abdi dalem. Nah, sekarang, batik sudah menjadi pakaian rakyat yang banyak digandrungi wanita maupun pria. Hehe, saking merakyatnya, masih aja ada yang beranggapan bahwa batik itu “klambine wong ndheso” yang cuma pantes dipakai sama “wong tuwo”.

Waktu saya masih SMP, anggapan seperti itu bener-bener menjamur lho di masyarakat Sampai pada akhirnya, masyarakat Indonesia merasa ga rela ketika budaya batik ini diaku-aku negara tetangga. Mulai deh budaya memakai batik di acara-acara resmi, khususnya kenegaraan, digiatkan oleh Pemerintah. Kawula mudanya juga ga tinggal diam, banyak komunitas budaya maupun pengusaha yang menuangkan kreativitasnya untuk mengubah image batik yang “ndeso dan tuwo” menjadi “ngrupo dan wibowo”. Dan hasilnya ”wow”, masyarakat sudah tidak “malu-malu” lagi mengenakan batik, bahkan dengan bangganya berucap, “Eh, besok dresscodenya batik ya.

Ngomong-ngomong soal dresscode, batik on denimnya Lazuli sarae adalah salah satu kreativitas kawula muda yang membuat saya tambah bangga dengan batik. Hm…konsep busana yang diusung itu unik, memadukan denim, salah satu jenis tekstil yang biasa dipake buat bahan jeans, dengan motif batik.

Kok kepikiran ya?? Hebat  Pas pertama dipromosiin sama temen di lab, kirain motif batiknya diprint atau disablon.ternyata nggak donk pembatikannya dilakukan langsung di atas kain denim.

Inget banget, produk awal yang ditawarin dulu tu model jaket (apa hoodie ya?) warna kombinasi putih-biru, trus motifnya parang sama kawung. Hehe….motif parang sama kawungnya ini ni yang bikin nilai tambah…. Selain karena mudah dikenali, dua motif ini punya folisofi tersendiri di kalangan masyarakat. Kata dosen bahasa Jawa saya sewaktu SMP, motif kawung terilhami dari pohon aren yang buahnya dikenal dengan kolang-kaling. Pohon ini sangat berguna, dari ujung daun hingga akarnya. Hal tersebut mengingatkan agar manusia dapat berguna bagi siapa saja dalam kehidupannya. Menginspirasi kaaaaaannnnnn.

Salah satu koleksi Lazulie sarae bermotif kawung yang saya sukai adalah Pulcherrima Ladies Top, simple but elegan. Dalam hal apapun, termasuk fashion, saya lebih suka sesuatu yang sederhana dan ga ribet. Nah, koleksi yang satu ini desainnya sederhana namun kesan yang ditimbulkan cukup berkelas, hehe

Karena modelnya emang simpel, Pulcherrima Ladies Top bisa dipake buat acara apapun sebenarnya, tapi mungkin paling cocok dipakai saat acara keluarga. Terkesan santai dan dinamis, namun tetap sopan.

Semoga saja nanti Lazuli sarae bisa produksi Pulcherrima Ladies Top lengan panjang, jadi jong sarae yang menggunakan jilbab, seperti saya, bisa tetep pake baju ini tanpa harus ribet pake baju daleman panjang lagi ataupun manset Aamiin Motif parang rusak juga tidak kalah menarik. Kata simbah, motif ini dulu sangat eksklusif dan hanya digunakan oleh bangsawan.

Secara filosofi, parang rusak memiliki arti perang atau menyingkirkan segala yang rusak. Dalam kehidupan motif ini mengingatkan agar manusia mempunyai watak dan perilaku yang berbudi luhur sehingga dapat mengendalikan segala godaan dan nafsu Dalem juga kaannn artinya.

Nah, koleksi Lazulie sarae bermotif parang rusak yang saya sukai adalah Shin Cinereo Shirt. iya sih, ini memang buat cowok tapi kayaknya oke2 juga kok dipakai sama cewek .selain karena simple, Shin Cinereo Shirt ini terlihat dinamis dan ada nuansa wibawanya dikit. Wah, bakal nambah percayaa diri ni kayaknya kalo make kemeja ini ke acara nikahan temen atau pas kumpul bareng keluarga

Nanti kalo pake baju batik yang kompakan sama suami kayaknya keren deehhhh,sarimbitan
Si ayah bisa pake Shin Cinereo Shirt, trus bundanya pake yang Celmira Ladies Shirt…wew, bakalan serasi banget ni kayaknya buat pergi ke acara reunian bareng temen2/ Ayah sama Bundanya kompakan pake batik denim  Yuhuuuuu….itu ulasan singkat tentang batik denimnya Lazuli sarae yang bikin fashion batik lebih hiduuuppp Kalau boleh memberikan usul, sebenernya saya pingin punya baju batik yang desainnya simpel, formal, dinamis, dan bisa dipake ke acara apapun, hehe…..kan hemat tu, beli satu bisa untuk semua.

Desainnya simpel saja, namun memadukan motif kawung dan parang rusak. Desain tersebut tidak terdiri atas dua baju, melainkan hanya sambungan kain di bagian dalam yang menempel pada baju bagian luar. Hm….warna dasarnya mungkin abu2 atau biru tua, supaya netral dan relatif bisa dipadukan dengan warna apapun. Kemudian pada kain sambungan bagian dalam dan lengan bagian samping (gambar warna oranye) diberi motif parang rusak. Sedangkan pada bagian depan diberi motif kawung (gambar warna merah). Warna merah dan oranye tersebut hanya untuk membedakan warna pada gambar ini
saja, bukan warna yang sesungguhnya.

Wah, menarik ya ternyata membahas mengenai batik denimnya Lazuli sarae. Banyak hal yang bisa dijadikan bahan untuk diskusi. Satu point penting dari ulasan di atas adalah esistensi batik yang terus diolah dan dikembangakan oleh para kreator muda untuk semakin mem’batik’kan Indonesia. Salah satunya ya Lazuli sarae. Konsistensi dalam semangat untuk melestarikan kekayaan bangsa ini, bukan tidak mungkin, akan semakin mempercepat Indonesia untuk mem’batik’kan dunia. Saat ini, batik tidak hanya dicari oleh wisatawan lokal, wisatawan mancanegara pun semakin banyak yang menjadikan batik adalah must item yang kudu dibeli pas lagi liburan ke Indonesia.

Bahan denim yang digunakan oleh Lazuli sarae merupakan bahan yang sudah sangat familier dikenakan oleh bule2 mancanegara. Dengan tambahan motif batik pada kain denim tersebut, bukan tidak mungkin akan semakin banyak bule2 yang berbusana batik. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di negara asalnya  Merupakan kebanggaan tersendiri ketika batik, warisan budaya bangsa, terkenal hingga ke mancanegara Produk dengan sentuhan budaya lokal, yang akan turut serta mewarnai kancah internasional.

Source https://laphigo.wordpress.com https://laphigo.wordpress.com/2012/08/12/batik-on-denim-by-lazuli-sarae-cita-rasa-lokal-go-internasional/
Comments
Loading...