Batik “Night Market” Pekalongan

0 50

Batik “Night Market” Pekalongan

Kegiatan Batik Night Market, yang dilakukan pedagang batik Grosir Batik Setono, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berpengaruh besar terhadap kenaikan penjualan batik di pasar itu. Terutama kenaikan penjualan selama arus mudik dan balik Lebaran 2019. Ketua Pengurus Koperasi Pasar Batik Setono (KPBS) Pekalongan, Dzul Ilmi mengatakan, Batik Night Market tersebut dibuka mulai pukul 07.00 WIB hingga 23.00 WIB.

“Sebelumnya, penjualan batik di pasar grosir hanya sampai petang hari. Akan tetapi dengan adanya Batik Night Market, maka pasar batik ditutup hingga pukul 23.00 WIB. Imbasnya, terhadap kenaikan penjualan batik,” jelasnya, Senin.

Menurutnya, kenaikan penjualan batik yang diperoleh oleh masing-masing pedagang grosir bervariatif. Antara, 20 persen hingga 100 persen, bila dibanding kondisi sebelumnya. “Adanya Batik Night Market memang berdampak pada pedagang untuk membuka kios lebih lama. Jadi, kami seperti buka dua shif karena kios dibuka mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB,” katanya.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat penjualan batik di pasar Grosir Batik Setono meningkat. Selain karena adanya rekayasa jalur satu arah (one way) jalan tol, dibangunnya exit tol, dan Batik Night Market juga memberikan pengaruh. “Ini pengaruh exit tol sangat besar karena pada tahun ini juga ada rekayasa one way sehingga pemudik banyak yang melalui jalur pantura. Kemudian adanya Batik Night Market,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Afzan meminta instansi terkait untuk memasang baliho, atau papan iklan tentang Pasar Grosir Setono di dalam jalan tol. “PR lainnya yaitu harus ada pemasangan baliho iklan berukuran besar maupun papan petunjuk ke Pasar Grosir Setono. Ini nanti yang ke depan kami upayakan,” pungkasnya. 

Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2019/06/batik-night-market-pengaruhi-penjualan-batik-pekalongan.html
Comments
Loading...