Batik Nias

0 838

Batik Nias

Kabupaten Nias juga punya kerajinan batiknya sendiri. Chris Lase adalah seorang yang merealisasikan ide itu. Sejumlah keunikan budaya Pulau Nias, diolah dan diaplikasikannya menjadi motif kain batik. Kini, produk batik Nias tersebut sudah mulai diproduksi dan dipasarkan.

Chris mengakui, ide membuat batik khas Nias tersebut bermula dari kegelisahan karena tidak menemukan souvenir khas Nias ketika berkunjung di anjungan Sumatera Utara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saat liburan Lebaran tahun lalu. “Saya tidak menemukan souvenir khas Nias di sana sedangkan daerah-daerah lain memilikinya. Padahal TMII itu salah satu sarana mempromosikan budaya dan pariwisata Nias. Bermula dari kunjungan itu, saya berpikir untuk merancang batik dengan motif berbagai kekayaan budaya di Pulau Nias,” ujar Chris di Jakarta.

Proses produksi batik itu pun, sejak tahap desain di usaha tekstil dimulai 18 Maret 2011. Dari enam motif batik yang sudah dipersiapkan, sudah dua motif yang telah diproduksi. Yaitu, motif Batik Rai Ni’owöli-wöli (Mahkota permaisuri raja) yang didesain khusus wanita dan Batik Rai Faluaya (Batik Mahkota Perang) yang didesain khusus untuk pria. Motif-motif lainnya akan menyusul diproduksi. Bahkan, sejumlah motif lainnya sedang dipersiapkan juga untuk diaplikasi dalam

Selain untuk menyediakan alternatif cinderamata yang bercirikan budaya Pulau Nias, dengan hasil karya batik Nias tersebut, nilai-nilai budaya Nias bisa dilestarikan, dipromosikan dan ditanamkan kepada masyarakat luas. Khususnya, generasi muda Ono Niha sehingga memperkuat jatidiri/identitas dan kebanggaan diri sebagai Ono Niha.

Dari dua motif yang sudah diproduksi, saat ini dijual dengan harga Rp 100 ribu per potong untuk baju batik lengan pendek. Sedangkan baju batik lengan panjang dihargai Rp 120 ribu per potong. Harga itu berlaku sama untuk pakaian pria maupun wanita.

Source Batik Nias Batik
Comments
Loading...