Batik Natural Hadirkan Warna Alam

0 201

Batik Natural Hadirkan Warna Alam

Sentra batik menyebar di berbagai daerah yang ada di Pulau Jawa. Di wilayah Klaten salah satunya. Batik Natural merupakan salah satu industri batik rumahan yang ada di kecamatan bayat. Berdiri sejak tahun 2006 hingga kini Batik Natural terus mulai berkembang. Batik Natural terletak di Desa Kebonagung, Jarum, Bayat, Klaten. Salah satu pemilik Batik Natural, Sarwidi berkomitmen untuk menjalankan usaha batik dengan konsep ramah lingkungan. Konsep ini diterapkan pada penggunaan warna alam dengan memanfaatkan bahan-bahan alam yang ada di lingkungan sekitar. Selain aman bagi kesehatan kulit batik dengan menggunakan zat warna alam juga memiliki harga jual lebih tinggi.

Unsur alam biasa dimanfaatkan untuk zat pewarna meliputi tanaman, kulit buah, akar, buah dan daun. Bahan- bahan ini mudah didapat di lingkungan sekitar, seperti kulit pohon mahoni, sabut kelapa, kulit buah jalawe, akar mengkudu, tingi, teger dan lain-lain. Untuk proses pembuatannya pun juga mudah, di samping itu pewarna yang masih tersisa juga bisa dicampurkan dengan pewarna baru. Yang lebih penting lagi saat proses pencelupan tidak berbahaya bagi tangan para perajin batik. Di samping itu, limbah zat warna alam juga tidak mencemari lingkungan. Meski zat warna alam mudah didapat di lingkungan sekitar namun untuk menggunakan zat warna alam membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.

Hal ini karena untuk proses pencelupan harus dilakukan berulang-ulang hingga mendapatkan warna yang optimal. Meski demikian, hasilnya pun tidak secerah batik yang menggunakan zat warna sintetis.

Batik yang dengan menggunakan pewarna alam menghasilkan warna agak pudar, yakni warna-warna soft atau warna pastel. Justru warna seperti inilah yang saat ini lebih disukai konsumen dan harganya pun lebih mahal. Usaha batik warna alam memiliki prospek cerah. Siapa pun bisa mencoba menjalankan bisnis ini meski tak memiliki keahlian membatik sebelumnya. Ini pula yang dilakukan oleh Sarwidi. Berkat keuletan dan kesabaran Sarwidi yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang becak kini sukses menjalankan usaha batik dengan label Batik Natural. Dengan modal uang sebesar Rp. 950.000,-.

Sarwidi bertekad merintis usaha batik. Sebelum menjalankan usahanya Sarwidi telah mengikuti pelatihan membatik di Balai Batik Yogyakarta. Berbekal keterampilan yang ia peroleh dari ikut pelatihan membatik Sarwidi dan istrinya mulai merintis usaha batik. Hal ini membuktikan bahwa siapa pun bisa membatik meskipun bukan berasal dari kalangan keluarga pembatik. Saat ini pun usaha Batik Natural yang dijalankan Sarwidi bersama istrinya memperkerjakan 20 orang karyawan.

Source Batik Natural Hadirkan Warna Alam Batik
Comments
Loading...