Batik Motif Kawung Picis

0 114

Batik Motif Kawung Picis

Motif Batik Kawung termasuk dalam kriteria Motif Ceplok. Ceplok sendiri merupakan nama pola geometris repetitif yang tersusun atas pola berbentuk lingkaran, seperti bunga mawar ataupun bintang. Motif batik kawung ini sudah muncul pada abad ke-13. Namun, setelah dilakukan penggalian informasi lebih lanjut, Motif Batik Kawung ini terlihat di dinding-dinding Candi Hindu kuno seperti Prambanan dan Candi Prambanan ini dibangun sekitar abad ke-9. Salah satu jenis Batik Kawung adalah Motif Kawung Picis.

Kata Pecis dapat diartikan sebagai wadah atau tempat yang berasal dari pengertian “cis” yaitu tempat duduk yang letaknya di atas punggung binatang gajah. Binatang gajah dalam ceritera pewayangan digunakan sebagai kendaraan oleh raja, misalnya gajah Dwipangga merupakan kendaraan raja Baladewa.

Pengertian di atas apabila dikaitkan dengan Motif Kawung Picis, terinspirasi dari dua buah titik pada tiap-tiap ornamen utamanya, bahwa makna simbolisme yang terkandung di dalam ornamen memiliki pengertian duduknya antara rakyat dan raja. Pengertian duduk di sini dapat diinterpretasikan sebagai duduk bersama-sama dalam satu wadah atau tempat. Sehingga dapat diuraikan bahwa segala perbuatan manusia akan terwadahi di dalam suatu takaran tertentu tentang baik buruknya amal perbuatan manusia dihadapan Sang Hyang Jagadnata.

Source http://indonesianbatik.id/ http://indonesianbatik.id/2018/02/06/makna-simbolis-batik-indonesia-motif-kawung-secara-khusus/
Comments
Loading...