Batik Motif Ikan Bandeng Di Sidoarjo

0 69

Batik Motif Ikan Bandeng Di Sidoarjo

Tiap tahun banyak batik dengan berbagai desain muncul dan digemari masyarakat. Seperti batik Sidoarjo, Jawa Timur ini, batik ini di desain dengan indah. Batik sidoarjo ini menambah koleksi motif batik di Indonesia selain corak batik sekar jagad, batik sida mukti, batik kawung dan masih banyak corak lainnya. Di Sidoarjo juga memiliki corak batik yang khas yaitu bandeng udang.

Di Sidoarjo, yang terkenal dengan petis, kerupuk udang, kupang lontangnya, kerajinan tas dan sepatu Tanggulangin, serta lumpur lapindonya, ternyata dapat kita temui sentra kerajinan batik. Batik Jetis batik tulis khas Sidoarjo dapat dijadikan salah satu altematif oleh-oleh khas kota delta tersebut.

Diperkirakan usaha kecil batik di Sidoarjo yang jumlahnya tidak kurang dari 100 pengrajin telah merosot tajam menjadi hanya sekitar 17-an usaha kecil batik di Jetis pada akhir Desember 2007 dan salah satunya adalah H. Nur Wahyudi dengan nama usahanya adalah Batik Tulis Azizah.

Oleh karena itu, peran pemerintah dalam mengembangkan dan mempromosikan batik khas Sidorajo dengan meresmikan Kampoeng Batik Jetis pada tanggal 3 Mei 2008 oleh Win Hendrarso, Bupati Sidoarjo, yang ditandai dengan adanya gapura Kampoeng Batik Jetis dilengkapi dengan kombinasi beberapa gambar batik tulis Jetis.

Untuk mendorong usaha perbatikan di Kabupaten Sidoarjo agar lebih maju sekaligus melestarikan batik sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Sidoarjo melakukan beberapa hal sebagai berikut, pembinaan dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang meliputi peningkatan kualitas dan kuantitas produksi dan manajemen pemasaran yang melibatkan para pengrajin batik yang dilakukan oleh Instansi Teknis. Selain memberikan kredit usaha lunak melalui Instansi Teknis, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Dekranasda Kab Sidoarjo bekerjasama dengan para stakeholder untuk mendukung eksistensi para pengrajin melalui pola CRS.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://pojokpitu.com/baca.php?idurut=3295
Comments
Loading...