Batik Motif Cemukiran

0 720

Batik Motif Cemukiran

Batik Kraton merupakan jenis batik yang dikembangkan dan digunakan di lingkungan keraton. Motif dan penggunaannya diatur dengan norma-norma kraton. Selain proses pembuatannya yang rumit dan selalu disertai dengan serangkaian ritual khusus, batik juga mengandung filosofi tinggi yang terungkap dari motifnya. Hal ini terkait dengan sejarah penciptaan motif batik sendiri yang biasanya diciptakan oleh sinuwun, permaisuri atau putri-putri kraton yang semuanya mengandung falsafah hidup tersendiri bagi pemakainya. Menurut KRAy SM Anglingkusumo, menantu KGPAA Paku Alam VIII, motif-motif larangan tersebut diizinkan memasuki tlatah Keraton Puro Pakualaman, Kasultanan Surakarta maupun Mangkunegaran.

Batik tradisional di lingkungan Kasultanan Yogyakarta mempunyai ciri khas dalam tampilan warna dasar putih yang mencolok bersih. Pola geometri Keraton Kasultanan Yogyakarta sangat khas,besar-besar,dan sebagian diantaranya diperkaya dengan Parang dan Nitik. Sementara itu,batik di Puro Pakualaman merupakan perpaduan antara pola Batik Keraton Kasultanan Yogyakarta dan warna Batik Keraton Surakarta. Salah satu jenis Batik Kraton adalah Motif Cemukiran.

Motif Cemukiran berbentuk Motif Lotus yang melambangkan kekuasaan. Motif ini sejajar lurus dan disusun secara diagonal yang melambangkan kesuburan. Motif ini bisanya dipakai untuk jenis ikat kepala atau disebut udheng atau dhestar atau lebih dikenal dengan sebutan Blangkon. Corak ini berbentuk garis tepi atau pinggiran bathik dengan bidang polos yang disebut modang. Gambar yang menghiasi corak bathik ini adalah lidah api yang mengandung makna kesaktian untuk meredam angkara, hal ini mengandung ajaran bahwa sebelum bisa mengalahkan musuh dari luar harus bisa mengalahkan musuh yang dating dari diri sendiri (nafsu). Motif ini berkembang pada masa PB. III dan hanya boleh dipergunakan Pepatihdalem dan Sentanadalem.

Source https://batikmal.com/ https://batikmal.com/kebermaknaan-batik/
Comments
Loading...