Batik Masa Kini

0 431

Batik Masa Kini

Pada zaman dahulu batik identik dengan acara resmi, seperti rapat, pesta pernikahan dan lain sebagainya. Tetapi kini, batik sudah mengalami perkembangan.Sekarang, sering kali kita menyaksikan anak muda menggunakan batik untuk ke sekolah, kampus, bahkan jalan-jalan santai. Dengan semakin berkembangnya tren kehidupan ini,aneka desain baju batik semakin popular dan beragam, seperti baby doll, balon, kerut, dan lain-lain.

Tidak salah jika terdapat sebuah pernyataan bahwa setiap lemari pakaian orang Indonesia dapat dipastikan terdapat kain batik didalamnya. Selain popular di kalangan masyarakat Indonesia, batik juga terkenal di kalangan masyarakat dunia.Warisan leluhur ini ternyata mampu menembus pasaran mancanegara. Batik telah menjelajah hingga ke Eropa, Australia, Asia, Afrika, dan Amerika. Umunya, batik diekspor dalam bentuk kain panjang, kemeja, dan busana wanita. Banyak pula yang dipasarkan dalam wujud seprai, sarung bantal, dan taplak meja. Sebagai produk busana. Perkembangan batik tidak lepas dari tren mode (perkembangan pasar saat ini).

Tidak mengherankan jika batik mengalami perkembangan yang pesat, baik menyangkut pola hiasan, warna dan coraknya.Motif batik tradisional yang didominasi oleh lukisan binatang dan tanaman sempat bergeser pda motid abstrak seperti awan, relief candi, dan wayang. Hanya saja, semua motif batik yang kini bermunculan tetap bertumpu pada pakem tradisional. Sebagai akibat dari perkembangan batik tersebut, warisan budaya Indonesia ini sempai diklaim oleh Negara tetangga kita, yakni Malaysia yang menyatakan bahwa batik adalah budaya yang berasal dari negaranya.

Menanggapi klaim tersebut, pemerintah Indonesia pun pada akhirnya berinisiatif untuk mendaftarkan batik ke UNESCO. Dalam rangka mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia, pemerintah Indonesia harus melewati berbagai proses yang panjang. Hasilnya, pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan batik Indonesia sebagai global cultural heritage (warisan budaya dunia) yang berlangsung di Perancis. Harapan dan tujuan pemerintah dan para pihak yang terkait dengan dikukuhkannya batik ini adalah memperkuat legitimasi Indonesia dalam pengembangan batik sebagai salah satu warisan budaya.

Selanjutnya, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 2 Oktober menjadi hari Batik Nasional, dan mengajak masyarakat untuk memakai batik.Ini dilakukan sebagai wujud kebanggaan bangsa Indonesia terhadap batik yang telah mendapat pengakuan dunia dan menjadi warisan budaya yang patut dikembangkan. Hal ini juga membuktikan bahwa batik adalah milik Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan filosofi yang tinggi. Kepedulian pemerintah dalam memperjuangkan batik Indonesia sehingga bati mendapat pengukuhan dari UNESCO tidak terlepas dari esensi cultural dan historis batik Indonesia. Nilai budaya dari batik antara lain terkait dengan ritual pembuatan, ekspresi seni, simbolisme ragam hias, dan identitas budaya daerah. Pembuatan batik di beberapa daerah yang diawalidengan ritual khusus bertujuan untuk memberikan estetika dan filosofi terhadap batik secara mendalam.

Source https://evinoviharyanti.wordpress.com/ https://evinoviharyanti.wordpress.com/2013/12/09/21/
Comments
Loading...