Batik Lumajang Kini Susah Cari Pasar

0 145

Batik Lumajang Kini Susah Cari Pasar

Para perajin Batik Lumajang kini sangat membutuhkan bantuan pemasaran. Karena beberapa tahun ini penjualan sangat menurun dibandingkan tahun 2013 sampai 2014 yang sangat booming. Salah satu perajin batik yang merasakan susahnya penjualan batik, adalah Nur Azizah, owner Batik Menak Koncar yang beralamat di Dusun Biting Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono Lumajang. Usaha batiknya yang didirikan pada tahun 2012. Hanya berbekal ilmu membatik yang diperoleh melalui kursus singkat, bermodal Rp 1 juta iapun memberanikan diri memproduksi batik tulis dan cap.

Zizah melibatkan para kaum perempuan dari desa tetangga seperti dari Desa Krasak dan Kedungjajang untuk produksi batiknya. “Mereka membawa bahan dari saya, kemudian dicanting dan disolet di rumah mereka. Di sini (di rumahnya) hanya untuk pewarnaan, merebus, dan penjualan,” papar Zizah, 32 tahun.

Untuk pewarnaan menggunakan pewarna alami seperti kulit kayu mahoni, kulit kayu mangga selain pewarna sintetis. Saat ini, usahanya mampu memproduksi 30 potong batik tulis, dan 100-150 potong batik/bulan. Batik-batiknya telah dipatenkan dan usahanya telah berbadan hukum CV.

Ditanya bagaimana penjualan selama ini, ia menceritakan di antaranya melalui pameran. Ia juga menitipkannya pada butik di Surabaya. “Dulu awal ikut pameran, saya hanya punya satu potong batik saja, kemudian pinjam punya teman-teman untuk dipamerkan. Saya masih ingat batik pertama saya laku Rp 130 ribu. Senangnya tidak terkira,” ujarnya. Ia mengaku sempat menerima banyak pesanan di saat sedang jaya. Namun pernah juga sempat down ketika batiknya laku 16 potong, kemudian saat perjalanan ia malah kehilangan 16 potong batik lainnya yang ditaruh di motornya.

Ada instansi pemerintah yang pesan untuk seragam. “Saat ini saya juga sedang mengerjakan pesanan untuk seragam. Seperti ini batiknya,” ia sambil menunjukkan kain batik motif pisang 1000. Terakhir yang mendatangi rumah batiknya, adalah rombongan dari sebuah kementerian yang menyukai batik kawung. “Alhamdulillah masih ada yang datang kemari dan membelinya. Saya berharap semakin banyak yang datang kemari dan memborong batik-batik. Ini stok batik saya masih sangat banyak,” harapnya.

Untuk harga satu potong batik tulis bahan sutra, harganya dibandrol Rp 1 juta. Batik tulis kain primis Rp 450 ribu, sedangkan bantik cap hanya Rp 100 ribu saja.

Source Batik Lumajang Kini Susah Cari Pasar Batik
Comments
Loading...