Batik Lokatmala Sukabumi, Batiknya Para Jawara

0 61

Asap terlihat mengepul dari malam panas yang dicairkan di atas wajan mengeluarkan bau khas. Seorang pembatik lalu mengambil cairan tersebut menggunakan canting. Dengan terampil dia kemudian membuat lekukan titik dan garis menggunakan canting di atas selembar kain putih. Ada banyak motif dibuat di Gerai pembuat batik Lokatmala, mulai dari Masagi, Kujang, Rereng Ciwangi, Garuda Mupuk, Candramawat, Leungli, Makara dan Leuit. Siapa sangka dari satu motif batik mempunyai makna dan kisah tersendiri.

Seperti motif Leuit, menggambarkan kearifan lokal warga Kasepuhan Sinaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang dikenal dengan Jawara khas tanah pasundan. Kasepuhan Sinar Resmi sendiri masuk ke dalam kategori daerah Adat yang dikenal dengan sebutan Kesatuan Adat Banten Kidul Kasepuhan Sinar Resmi.

Komunitas adat ini hanya ada di tiga kabupaten, di antaranya Kabupaten Sukabumi (Provinsi Jawa barat), Kabupaten Bogor (Provinsi Jawa barat), Kabupaten Lebak (Provinsi Banten). “Leuit ini adalah pusat prosesi adat kasepuhan Sinar Resmi ketika mengadakan acara tahuhan ‘Seren Taun’. Leuit sendiri berarti lumbung padi tempat menyimpan cadangan padi ketika panen raya,” kata Fonna Melani, pemilik gerai Batik Lokatmala didampingi Andri Purbawiyana suaminya.

Perkenalannya dengan kaum jawara pada tahun 2010 disebut Vonna adalah pintu masuk yang membuatnya jatuh cinta dengan dunia membatik. Ketika itu ia berstatus sebagai karyawan salah satu perusahaan swasta. “Dalam sebuah acara saya berkenalan dengan Abah Asep Nugraha beliau dari kasepuhan Sinar Resmi, saat itu beliau memakai iket khas sunda tapi dengan motif dari daerah luar dan jenisnya printing. Saat itulah saya tergugah, punya keinginan untuk menciptakan motif khas daerah sendiri,” lanjut Vonna.

Perjuangan Vonna berhasil, saat ini hampir seluruh pasokan iket di Kasepuhan berasal dari Gerai Batik Lokatmala. “Saya memperdalam dulu kemampuan membatik di daerah Pati, Jawa Tengah. Sepulang dari sana saya beranikan diri untuk membuat motif-motif sendiri,” lanjutnya. Tidak hanya untuk kain kebaya dan iket, batik Lokatmala juga sudah terlukis di atas tas, sandal hingga sepatu.

Ada dua jenis cara pemrosesan batik di tempat itu mulai dari lukis menggunakan canting sampai model cap menggunakan alat khusus. “Batik sendiri sudah masuk sebagai warisan budaya dari UNESCO hanya dua jenis yang diakui yaitu dengan cara lukis dan cap. Sementara printing sendiri tidak, untuk batik lukis harus memakai lilin malam cair panas untuk perintang warna. Pengakuan UNESCO itu bisa gugur loh kalau misalkan batik kita banyak printingan,” tuturnya.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3666821/mengenal-batik-lokatmala-sukabumi-batiknya-para-jawara
Comments
Loading...