infobatik.id

Batik Lasem Motif Bunga Seruni

0 68

Batik Lasem Motif Bunga Seruni

Pembuatan Motif Batik Lasem mendapatkan pengaruh corak simbolik tradisi Tionghoa yang bersanding dengan motif lokal. Para pengrajin membuat kain batik panjang dan kain tokwi sebagai penutup meja altar persembahan. Batik Lasem pada masa itu diekspor secara besar-besaran ke Singapura dan Sri Lanka. Jelang 1970an Batik Lasem mulai mengalami kemunduran. Fakta menarik bahwa industri batik pada tahun 1970an mencapai titik tertinggi hingga mencapai 144 perusahaan batik dan pada tahun 2015 hanya terdapat 30 perusahaan Batik Tulis Lasem di seluruh Kabupaten Rembang.

Batik diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2009, Batik Lasem yang sempat mengalami penurunan kini mulai bergairah kembali. Tahun ini, hanya beberapa keluarga di kota tua (pecinan) Lasem yang masih berjuang melanjutkan usaha batik warisan keluarganya. Kini terdapat setidaknya enam rumah batik di kota tua Lasem yang masih bercirikan Batik peTionghoan dan 120 rumah batik di seluruh Kabupaten Rembang. Begitu banyak motif khas batik kota tua Lasem yang memiliki aneka jenis penamaan dan kisah dalam selembar kain belum tercatat dan hanya menjadi pola turun temurun. Salah satu motif yang dibuat adalah Motif Bunga Seruni.

Motif Bunga Seruni

Motif ini banyak dijumpai pada Batik Tulis Lasem Tiga Negeri, disebut Tiga Negeri karena memiliki tiga warna khas yaitu merah, biru, dan soga. Warna merah diproduksi di Lasem, warna biru diproduksi di Pekalongan, dan warna soga dikerjakan di Solo. Dengan prosesnya yang rumit dan memakan waktu yang panjang, tidak heran kalau harga Batik Tiga Negeri cukup mahal.

Source Batik Lasem Motif Bunga Seruni Motif Batik Batik
Comments
Loading...