Batik Lasem Masih Tertinggal

0 295

Batik Lasem Masih Tertinggal

Perkembangan Batik Tulis Lasem masih dirasakan tertinggal dibandingkan dengan perkembangan batik tulis lainnya. Sejauh ini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan dengan Batik Tulis Pekalongan, Solo, dan Cirebon. Ketiga batik itu, ujar Kabid Perindustrian pada Dinas Perindustian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Sudirman, sudah dikenal masyarakat luas. Agar cepat dikenal, Pemkab Rembang telah mengikuti beberapa pameran baik skala nasional maupun provinsi. Hampir setiap even pengenalan produk lokal, Pemkab Rembang selalu membuka stan sendiri untuk mengenalkan Batik Lasem. “Pameran nasional seperti GBN, Inacraft, dan banyak even lain sudah kami ikuti. Promosi selalu kita lakukan untuk perkenalkan Batik Lasem sampai dikenal masyarakat banyak,” terangnya.

Selama ini, Batik Tulis Lasem sudah menyebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan Yogyakarta. Dibandingkan dengan pangsa pasar itu, pemasaran batik masih didominasi pasar lokal. Selain memperkenalkan batik, lanjutnya, Pemkab Rembang juga mendorong kualitas pengerajin batik tulis. Diantaranya melakukan pelatihan desain batik dan pelatihan membatik dengan baik.

Jumlah perajin batik ada tambahan, semula 29 pengerajin sekarang menjadi 37 pengerajin. Sedangkan motif batik sebenarnya ada banyak, tapi baru sekitar 21 motif yang sudah dipatenkan sejak 2005 lalu. Sementara itu Arif NS, Perajin Batik Tulis Lasem Koesna mengatakan, sejauh ini sudah mengembangkan motif batik diantaranya, motif Taman Sari, Bradek, Punokawan, Galung Pingit, Asem-asem, Tiga Negeri, dan kombinasi. Diantara itu yang paling digemari motif batik Bradek yang terlihat klasik.

Source https://www.jpnn.com/  https://www.jpnn.com/news/batik-lasem-masih-tertinggal
Comments
Loading...