Batik Langka Pakualaman Terinspirasi dari Naskah Kuno

0 510

Batik Langka Pakualaman Terinspirasi dari Naskah Kuno

Batik khas Pakualaman ini bersumber dari serat atau naskah kuno yang dimiliki Puro Pakualaman. Lalu dari naskah kuno tersebut dituangkan dalam sebuah motif batik. Inisiatif ini berasal dari Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X Atika (Istri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X). Naskah-naskah kuno itu awalnya diterjemahkan dan ternyata mengandung nilai dan dan filosofi jawa yang bermanfaat.

Nyimas Lurah Renggo Murti salah satu pembatik Puro Pakualaman mengatakan dirinya sudah banyak membatik yang diambil dari naskah-naskah kuno Puro Pakualaman. Menurutnya salah satu tujuan dari motif batik ini adalah untuk mensosialisasikan serat-serat kuno Pura Pakualaman. Ia sendiri sudah mulai membatik sejak dari tahun 2011 hingga 2016. Namun yang jelas batik dari serat kuno ini lebih dari 20-an jenis batik. Namun ia teringat pertama kali membatik dengan motif diambil dari naskah ada tiga jenis batik yaitu Sestra Lukito, Sari amataram, Wiloyo Kusumajono dari naskah Sestradisuhul. Lalu setelah masuk ke Astra Brata tentang delapan tokoh dewa dan ada pelengkapnya astra brata jangkep sebagai daya rangkuman.

Dari beberapa batik koleksi Pura Pakualaman yang sudah jadi yakni Motif Batik Sawat Wukir yang mengambil dari Serat Rama, Arjunawijaya Saha Kempalan Dongeng, Motif Batik Tyas Muncar dari Naskah Sestra Ageng Adidarma dan Sestradisuhul, Motif Batik Sari Makara Uneng dari naskah Langen Wibawa, Batik Motif Wilayah Kusumajana dari naskah Sestradisuhul dan Babar Palupyan.

Bermula dari Naskah Kuno

Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) menjelaskan awal mula tertarik dengan mengambil dari naskah kuno Puro Pakualaman. Berawal dari diakuinya batik oleh UNESCO tahun 2009 lalu dibantu penerjemah naskah pengelola perpustakaan, serta perupa alumni ISI, mulailah batik dari naskah-naskah kuno menjadi motif batik baru. Saat ini proses tersebut masih terjaga di dalam Puro Pakualaman. Menurut GKBRAy Batik Pakualaman ini juga dijual karena akan menaikkan batik sekaligus pelestarian sejarah, pengenalan naskah naskah kuno pakualaman yang sarat filosofi kepada masyarakat luas. Sebab filosofi ini jika dimaknai dengan baik maka nilai dalam motif itu jauh lebih baik. Terkait delapan sifat kepemimpinan dalam Astra Brata yang ada dalam naskah kuno tersebut, GKBRAy menyebutkan ini merupakan ajaran khas kepemimpinan pakualaman.

Ada delapan motif batik dari naskah Astha Brata yaitu, Indra Widagda, Yama Linapsuh, Surya Mulyarja, Candra Kinasih, bayu krastala, Wisnu Mamuja, Brama sembada, dan Baruna wicakswa. Motif Surya Mulyarja dengan menggambarkan bunga matahari yang bermakna penebar kemuliaan dan kesejahteraan. Lalu Candra Kinasih dengan gambar bunga Soma dan rangkaian dedaunan yang bermakna pemimpin penebar kasih. Selain itu ada Wisnu Mamuju gambar dewa wisnu berwajah lanyap, hidung lancip, rambutnya terurai berjumlah yang berarti pemimpin itu harus mampu menjaga jarak terhadap gemerlap duniawi, karena yang dilakukannya adalah ibadah kepada Tuhan.

Motif Brama Sembada bergambar pedang, tombak bendera, umbul-umbul dalam satu wadah dan lidah api, serta dedaunan dan awan, menggambarkan pemimpin harus memiliki keberanian dan wawasan teritorial yang tajam. Lalu Motif Baruna Wicakswa, berupa untaian daun dan sulur serta sisik ikan, yang menggambarkan pemimpin itu harus memiliki kepandaian kesahajaan dan mengayomi. Motif Batik Indra Widagdo dengan gambar bulu angsa tertancap pada bola dunia dan renggan mahkota diatasnya, gambar kitab serta sepasang naga berhadapan, yang dimaknai pemimpin harus memperhatikan pendidikan dan kesempatan orang orang yang dipimpinnya untuk berkembang. Motif Yama linapsuh bergambar tungku menyalakan lidah api, rantai bergembok, sawat menyangga kuntum bunga, yang bermakna pemimpin harus adil dalam menegakkan hukum, termasuk jika harus dilakukan pada keluarganya sendiri. Pura Pakualaman juga membuat motif batik yang diberinama Asthabrata Jangkep. Kain batik motif ini terdapat gambar wajah delapan dewa serta ciri khasnya.

Source Batik Langka Pakualaman Terinspirasi dari Naskah Kuno Batik
Comments
Loading...