Batik Krecak

0 216

Batik Krecak

Lebih dari dua abad lalu, atau tepatnya tahun 1808 hingga 1811, pemerintah kolonial Hindia Belanda di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Belanda Herman Willem Daendels membangun jalan yang membentang dari ujung barat ke ujung timur Pulau Jawa.

Jalan yang mengambil rute Anyer-Panarukan ini disebut-sebut sebagai jalan berdarah lantaran banyaknya pekerja yang meregang nyawa. Salah satu ruas jalan yang konon banyak memakan korban berada di Lasem. Masyarakat Lasem mengkreasikan sebuah batik untuk mengenang pengorbanan saudara-saudaranya dalam membangun Jalan yang saat ini dikenal sebagai urat nadi penghubung kota Semarang-Rembang-Surabaya ini.

Simbol perjuangan rakyat Lasem dituangkan dalam sebuah motif batik yang disebut motif batik krecak. “Batik tulis Lasem bermotif kreca ini memang ada kaitan dengan sejarah jalan Deandels, yaitu jalan dari titik 0 Anyer sampai Panarukan. Ini menggambarkan perjuangan rakyat Lasem kala itu,” ujar Wiji, salah seorang perajin batik tulis Lasem. Produksi Batik Krecak di Desa Babagan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Batik Tulis Krecak Lasem saat ini menjadi salah satu Motif Batik favorit masyarakat dari seluruh belahan nusantara karena memiliki motif yang khas. Krecak sendiri berasal dari suara gemericik batu yang dipecahkan menjadi kerikil. Krecak juga merupakan simbol suara kerikil yang bergesekan saat diinjak. Jalan raya Anyer-Panarukan konon dibuat dengan pondasi krikil. Batik Krecak makin terlihat memesona dengan kombinasi ornamen flora dan fauna di ujung dan tepi kain.

Source Batik Krecak Batik
Comments
Loading...