infobatik.id

Batik Klasik Tegalan Makin Diminati

0 22

Batik Klasik Tegalan Makin Diminati

Ternyata tidak hanya batik tulis dari Pekalongan dan Solo saja yang digemari oleh masyarakat pecinta batik. Rupanya, batik tulis Tegalan juga cukup laris di pasaran. Ini terlihat dari banyaknya perajin batik di Kabupaten Tegal yang masih eksis hingga sekarang, bahkan usaha mereka semakin berkembang.

Masri, salah satunya. Perajin batik asal Pangkah Kabupaten Tegal ini, merupakan perajin batik tulis dengan motif klasik. Menurut Masri, memang ia sengaja membuat motif-motif klasik sebagai ciri khas dari produksinya.

“Saya suka motif batik klasik, karena jika dipakai akan terkesan mewah. Bahkan beberapa produksi batik kami juga dibeli oleh salah seorang pengusaha butik di Jakarta. Dan di Jakarta, kami tidak menyangka  ternyata pembelinya banyak dari kalangan elit serta pejabat,”  tuturnya.

Masri menuturkan, bahwa ia telah menekuni kerajinan batik cukup lama, karena usahanya turun temurun dari orang tua. Ia mampu menguasasi ide bisnis dan juga mempunyai berbagai ide motif klasik karena sejak kecil sudah terbiasa dengan dunia batik.

Ada pun harga yang dibanderol Masri untuk satu buah batik tulis cukup tergolong murah karena harga langsung dari produsen hanya berkisar Rp200.000 hingga Rp375.000. Semua itu tergantung bahan yang dipakai dan tingkat kerumitan motif. Dalam sebulan Masri bisa menjual batik tulisnya sampai 40-50 potong kain.

Masri juga menambahkan, meski dia sudah bisa membatik dan tahu prosesnya, tapi masih sering mengikuti pelatihan batik, mulai dari desain batik tingkat dasar sampai tingkat mahir, pelatihan batik pewarna alam dan berbagai pelatihan batik lainnya. Semuanya itu berguna untuk mengasah kreativitasnya dan juga teknik-teknik lain dalam membatik yang belum diketahui. Saat ini, ia sedang belajar batik tulis dengan pewarna alam, karena warna sintetis meski menghasilkan warna yang bagus, terang dan tegas, tapi kurang ramah lingkungan.

Meski batik produksinya sudah mempunyai pasar sendiri, tapi Masri juga kadang mengalami kendala dalam usaha. Seperti keterbatasan modal, belum mempunyai jaringan pasar di kota-kota besar, serta untuk belanja pewarna dan sebagainya juga masih harus ke Pekalongan. Supaya harga bahan bakunya relatif lebih terjangkau.

Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2017/05/batik-klasik-tegalan-makin-diminati.html
Comments
Loading...