Batik Klasik Bantul Tetap Dipertahankan

0 142

Pemerintah Kabupaten Bantul akan terus mempertahankan batik tulis dengan motif klasik dan teknik pewarnaan dengan metode zaman dulu. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bantul Sunarto mengatakan alasan mempertahankan batik tulis dengan motif klasik itu, karena motif tersebut ternyata memiliki pasar tersendiri. Bahkan batik klasik itu, membidik pasar ekspor, salah satunya Jepang.

Meski tidak dapat menghafal satu per satu motif tradisional batik Bantul, ia meyakini motif khas Bantul tidak dapat lepas dari motif batik Jogja seperti parang, nitik, dan kembang kates. Batik Bantul masih memerlukan sejumlah modifikasi, agar semakin diminati oleh konsumen. Namun ia tidak setuju penggunaan teknik modifikasi batik dengan menggabungkannya bersama kain tenun dari daerah lain, karena tidak sesuai pakem sehingga kurang pas. Salah seorang perajin batik dengan motif tradisional yakni Budi Harjono mengatakan, pihaknya menjadikan batik dengan motif tradisional sebagai keunggulan produknya dibanding batik lain yang dijual.

Beberapa motif batik tradisional yang terus ia produksi adalah parang rusak, parang seling, kawung, kawung prabu, sekar jagat, nitik. Budi mengaku semakin semangat dalam mempertahankan produksi batik tradisional, karena pemerintah juga mendukung pelestarian motif yang dikenal memiliki makna filosofi khusus tadi.

Angka produksi dalam sebulan industri kerajinan batik yang dimilikinya bisa memproduksi sekitar dua ribuan lembar kain batik cap. Sedangkan angka batik tulis kombinasi hanya sekitar seratus lembar per bulan. Selanjutnya, batik tulis keseluruhan diproduksi dalam jumlah lebih kecil, yakni sekitar 30 lembar per bulan. Di luar negeri, imbuh dia, ia memasarkan batik-batik hasil produksinya ke Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura.

Source Batik Klasik Bantul Tetap Dipertahankan Batik Klasik Bantul
Comments
Loading...