Batik Khas Tiongkok

0 395

Batik Khas Tiongkok

Batik Tionghoa merupakan salah satu jenis batik yang dibuat oleh seorang pengusaha dari Tionghoa yang kebanyakan hidup di kota pantai utara Jawa. Batik Tionghoa yang dipengaruhi patra batik Belanda yang mulai berkembang kurang lebih 10 tahun sebelum batik Tionghoa, juga menggunakan ragam hias bunga dan buket lengkap dengan kupu–kupu dan burung–burungnya. Ada pula patra batik Tionghoa yang menggunakan ragam hias batik Kraton dan warna soga. Hingga saat ini yang dapat menyamai halusnya batik Belanda adalah batik Tionghoa, baik dalam teknik maupun patra.

Awalnya batik Tionghoa hanya digunakan sebagai pelengkap upacara keagamaan. Sebelum tahun 1910 batik Tionghoa hanya berupa Tokwi (kain altar), Mukli (taplak meja besar) dan kain batik untuk hiasan dinding dan umbul-umbul yang warnanya masih terbatas pada warna biru Indigo dan merah Mengkudu. Produk batik Tionghoa ada pula yang berupa sarung, dengan patra mirip patra tekstil atau hiasan keramik Tiongkok, yang pada umumnya mempunyai arti filosofis seperti banji (lambang kebahagiaan) dan kelelawar (lambang nasib baik).

Setelah tahun 1910, patra dan warna dari batik Tionghoa sudah mengalami perubahan karena lebih banyak digunakan sebagai busana.  Perkembangan tersebut disebabkan dengan keadaan pasar yang dibanjiri oleh batik Belanda. Pedagang Tionghoa memanfaatkan peluang ini dengan membuat batik yang patra dan warnanya cenderung dipengaruhi batik Belanda dan unsur budaya Eropa. Batik Tionghoa  juga dibuat untuk masyarakat pedalaman, dengan menampilkan warna dan patra batik Kraton. Jenis batik ini disebut “Batik Tiga Negri”, karena membuatnya melibatkan tiga daerah pembatikan, yaitu Lasem untuk warna merah, Kudus dan Pekalongan untuk warna biru, dan Surakarta, Jogjakarta dan Banyumas untuk warna coklat.

Batik Tionghoa yang lain sangat khas adalah batik Batik Djawa Hokokai yang menampilkan pengaruh budaya Jepang, baik warna maupun patranya, dan dibuat pada era penjajahan Jepang pada tahun 1942–1945. Batiknya dibuat dengan format “pagi–sore”, karena pada satu helai kain terdapat dua macam patra batik pada kedua sisi kain. Meski mengandung kesamaan dalam unsur budaya luar Indonesia, batik Belanda dan batik Tionghoa berbeda dari segi pendekatan rohaniah-nya. Patra dan warna batik Tionghoa masih banyak mengandung makna filosofis. Batik Tionghoa terutama terdapat di daerah pesisir seperti Cirebon, Pekalongan. Lasem, Demak dan Kudus. Batik Tionghoa yang terkenal antara lain karya Oey Soe Tjoen (Kedungwuni – Pekalongan), The Tie Siet, Oey Soen King, Liem Siok Hien dan Oey Koh Sing. Oey Soe Tjoen adalah batik paling dikenal di seluruh dunia karena keindahannya.

Source Batik Khas Tiongkok Batik
Comments
Loading...