Batik Khas Purworejo Tak Diminati Pasar

0 342

Batik Khas Purworejo Tak Diminati Pasar

Batik merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki oleh Indonesia dan telah mendapatkan pengakuan dari dunia. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki motif batik. Tak terkecuali di Kabupaten Purworejo, yang memiliki batik khas dengan nama Batik Adipurwo. Tapi sayang, sejauh ini batik dengan motif ikon di Purworejo itu belum bisa menembus pasar nasional. ”Motif dan komposisi warna terlalu dipaksakan. Ibarat orang makan kekenyangan, karena semua ikon Purworejo dimasukkan. Ya jatuhnya gumoh, norak, sehingga tidak laku jual,” kata desainer juga seniman batik asal Purworejo Jazid Bustomi. Jangankan untuk bersaing dengan batik daerah lain, PNS di lingkungan Pemkab Purworejo saja yang diwajibkan memakai seragam batik, masih malas mengenakannya.

Di tengah gempuran batik cap atau printing motif khas Purworejo dari luar daerah, membuat pasar lokal kalang kabut, bahkan sejumlah perajin batik tulis khas Purworejo pesimistis. Sebagian besar ikon yang ada di Kabupaten Purworejo juga menjadi ikon Provinsi Jateng. Ini yang seharusnya ditangkap oleh masyarakat Purworejo.

Purworejo sebetulnya memiliki motif batik yang cukup beragam dan eksklusif, di antaranya motif lama yang cukup mampu bersaing di pasaran. Karenanya, tidak ada salahnya jika motif lama itu dipadu dengan Motif Adipurwo dengan catatan tidak terlalu kebanyakan motif yang dimasukkan, semisal ambil ikon manggis dan durian, lalu digarap yang benar pasti akan elegan. Belum lama ini dirinya membawa motif batik khas Purworejo lama ke Jakarta. Satu lembar kain batik ditawarkan Rp. 3 juta. Untuk menyemalatkan Motif Adipurwo, langkah yang bisa diambil yakni serius menggarap motif yang fokus dan bagus, serta harus diberi perpaduan warna yang elegan.

Source https://www.radarjogja.co.id/ https://www.radarjogja.co.id/batik-khas-purworejo-tak-diminati-pasar/
Comments
Loading...