Batik Khas Ponorogo ‘Berhias’ Warna Alam Tumbuhan

0 41

Batik Khas Ponorogo ‘Berhias’ Warna Alam Tumbuhan

Sadar bahwa pewarna tekstil bisa meracuni lingkungan, banyak desainer dan pengusaha kain yang beralih menggunakan bahan alami sebagai pewarna kain.  Penggunaan tanaman atau bahan alami sebagai pewarna kain memang bukan hal baru. Hanya saja biasanya, pewarna alami hanya digunakan untuk mendapatkan beberapa warna yang sulit didapatkan pewarna tekstil, misalnya indigo. Warna biru keunguan ini didapatkan dari daun pohon indigo.

Dian Fajar Riono pengrajin batik asal Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Ponorogo adalah salah satu orang yang memakai bahan alami untuk pewarna. Dia menggunakan akar, daun dan kulit pohon sebagai pewarna kain batiknya.

Untuk mendapatkan warna hijau misalnya, ia menggunakan daun juar atau daun johar, daun mangga dan daun bungur. Warna kuning didapatkan dari kunyit, dan warna biru dari daun tom, sedangkan warna merah berasal dari akar pace, secang dan kulit pohon mauni dan warna hitam perpaduan dari warna-warna yang sudah lama dipakai.

Hanya saja tak dimungkiri kalau warna kain yang dihasilkan dari penggunaan bahan alami ini berbeda dengan kain berpewarna tekstil biasanya. Kain dengan bahan warna alami ini memiliki warna yang tak terlalu terang dan menyolok.

Menurutnya, meski diwarnai dengan pewarna alami, dia mengklaim bahwa batik buatannya tidak mudah luntur. Untuk membuat warnanya awet dan tak luntur, kain batiknya diwarnai sebanyak 15 kali dalam air mendidih serta air kanji.

Bapak dua orang anak ini menambahkan, usaha yang ia geluti sejak tahun 2011 lalu ini juga pernah mengalami kendala. Terutama masalah tenaga kerja. Beruntung kini ia dibantu oleh 12 orang karyawan.

Untuk satu lembar kain batik ukuran 2,4 x 1,15 meter ini dibanderol dengan dari harga Rp275 ribu hingga jutaan. Dalam satu bulan, ia mampu meraup omzet hingga puluhan juta Rupiah.

Untuk pemasaran, Ono sapaannya, mengirim di sekitar Ponorogo, Jakarta, Kalimantan bahkan juga pernah display di China. “Kalau anak muda yang diminati warna terang, kalau dewasa yang diminati batik klasik,” ujarnya.

Source https://www.cnnindonesia.com https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20171212235912-277-261970/batik-khas-ponorogo-berhias-warna-alam-tumbuhan
Comments
Loading...