Batik Keraton Menurut H.Santoso Doellah

0 247

Batik Keraton Menurut H.Santoso Doellah

Batik Keraton sebagai wastra batik tradisional, yang terutama tumbuh dan berkembang di Keraton-Keraton Jawa (termasuk Keraton Cirebon dan Sumenep). Tata susun ragam hias dan pewarnaannya merupakan paduan yang menganggumkan antra matra seni, adad, pandangan hidup dan kepribadian lingkungan yang melahirkan karya seni ini, yaitu lingkungan Keraton. Pola-pola batik Keraton mencerminkan pengaruh Hindu-Jawa yang pada zaman Pajajaran dan Majapahit berpengaruh sangat besar dalam seluruh tata kehidupan dan kepercayaan masyarakat Jawa. Pengaruh Hindu-Jawa tercermin dengan jelas pada batik-batik Kerton berpola Semen.

Meskipun susunan ragam hias pada Batik Keraton memeiliki aturan yang baku, namun berkat kebebasan dalam menyusun serta memilih ragam hias utama, isen-isen dan ragam hias pengisi, maka Batik Motif Semen memiliki banyak sekali ragamnya. Ragam hias batik yang ada hubungannya dengan kedudukan sosial umpamanya, adalah ragam hias Parang Rusak Barong, Sawat, dan Kawung.

Aturan atau tata cara pemakaian batik, antara lain menyangkut, kedudukan sosial si pemakai dan pada kesempatan atau peristiwa mana kain batik ini dipakai atau dipergunakan tergantung dari makna atau arti dan harapan ragam hias tersebut. Struktur batik merupakan struktur atau prinsip dasar penyusunan batik. Struktur batik terdiri dari unsur pola atau motif batik yang disusun berdasarkan pola yang sudah baku.

Source http://abstrak.ta.uns.ac.id/wisuda/upload/C0909012_bab2.pdf
Comments
Loading...