Batik Keraton Cirebon Motif Buroq

0 264

Batik Keraton Cirebon Motif Buroq

Sebagai salah satu daerah tempat pusat perkembangan agama Islam di Jawa adalah Kota Cirebon yang kaya dengan tradisi-tradisi bernuansa Islami. Salah satu keseniaan yang sampai sekarang masih sering dipertunjukkan adalah kesenian Buroq. Satu bentuk seni yang awalnya diperkenalkan oleh Sunan Gunung Jati sebagai sarana silaturahmi ketika beliau mengajak masyarakat berkumpul sambil memberikan dakwah Islam. Buroq adalah “hewan bersayap” yang disebut dalam Al Quran sebagai tunggangan Nabi Muhammad SAW ketika melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj. Cerita mengenai buroq ini dikembangkan dalam imajinasi berupa hewan berbentuk kuda bersayap dengan kepala wanita cantik yang berkerudung.

Dalam perkembangannya, kesenian buroq ini menjadi sebuah pagelaran untuk kirab diyakini mulai dikembangkan pada tahun 1934 oleh seniman bernama abah Kalil di Desa Kalimoro, kecamatan Babakan, Cirebon. Kesenian buroq digunakan sebagai arak-arakan untuk acara khitanan, khataman, kawinan, marhabaan, dan sebagainya dengan diiringi oleh iringan musik tradisional.

Bentuk buroq kemudian berkembang menjadi inspirasi salah satu Motif Batik Keraton Cirebon. Dalam Batik Motif Buroq ini digambarkan buroq sebagai hewan kuda bersayap dengan kepala menyerupai wajah manusia yang sedang terbang. Selain itu, bisa dilihat ragam hias bangunan berupa “mesjid dengan menara dan kubah-kubahnya” sebagai ragam hias pelengkap yang selalu ada dalam batik bermotif buroq ini.

Source https://kepulauanbatik.com/s https://kepulauanbatik.com/2016/04/13/batik-keraton-cirebon-7-buroq/
Comments
Loading...