Batik Kebumen Motif Kawung Jenggot

0 290

Batik Kebumen sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, dibuat secara turun-temurun. Batik tulis Kebumen dimulai sejak abad ke-19. Masa itu batik menjadi produk eksklusif bagi kalangan keraton. Keadaan itu berubah ketika Pangeran Bumidirdjo membuka wilayah Kebumen dan memperkenalkan batik kepada masyarakat. Sejarah lain menyebutkan, pembatikan di Kebumen dikenal sekitar awal abad ke-19 yang dibawa oleh pendatang-pendatang dari Yogya dalam rangka dakwah Islam, salah satunya bernama Penghulu Nusjaf. Para pendatang mewariskan keterampilan dan kebiasaan membatik kepada penduduk sekitar wilayah Timur Kali Lukolo. Pendatang tersebut menetap disana, bahkan mendirikan masjid dan usaha untuk dikelola oleh masyarakat sekitar.

Batik Kebumen lebih beragam dibanding dari batik daerah lainnya. Selembar kain batik bisa memiliki empat kombinasi warna, warna-warna yang sering dipakai yaitu cokelat, ungu, merah, biru, hijau, kuning, dan hitam. Ada pula batik tulis dengan dominasi warna merah (bang-bangan) atau biru (biron). Salah satu motif batik Kebumen adalah Motif Kawung Jenggot.

Motif Kawung Jenggot

Motif dasar dari kawung jenggot adalah motif kawung karena kawung jenggot merupakan pengembangan dari motif kawung itu sendiri. Motif kawung konon diciptakan oleh salah satu Sultan Mataram. Motif ini diilhami oleh sebatang pohon aren yang buahnya kita kenal dengan kolang kaling. Warnanya didominasi warna hitam, dan perpaduan antara gambar alam dan manusia, termasuk jenggot atau jambang lelaki. Motif ini dihubungkan dengan binatang kuwangwung.

Source Batik Kebumen Motif Kawung Jenggot Batik
Comments
Loading...