Batik Kayu

0 894

Batik Kayu

Batik biasanya ditorehkan di atas kain, namun anda bisa menemukan batik yang ditorehkan pada media kayu. Jenis kayu yang digunakan sebagai bahan dasar adalah kayu lunak diantaranya sengon atau albasia, wadang, jenetri, pule, mahoni, kuso, klepu, kembang, dan kayu jinjing. Kayu-kayu tersebut dipilih karena tidak keras, mudah dibentuk, mudah menyerap cairan (pewarna) dan tidak berminyak. Kayu sebagai bahan batik kayu harus mudah didapat dan mudah untuk direboisasi kembali dengan umur kayu layak tebang hingga umur 2-3 tahun.

Proses pembuatan batik kayu sebetulnya hampir sama dengan proses membatik pada kain. Berikut proses pembuatan batik pada media kayu sebagai berikut :

  • Pertama, kayu direbus dengan air mendidih supaya getah-getah keluar, sehingga akan mengantisipasi adanya kerusakan saat kayu setelah finishing, kemudian kayu yang akan dibatik dibentuk sesuai model.
  • Kedua, setelah kayu direbus kayu dijemur dengan kondisi benar benar kering sehingga akan mudah dalam proses pengamplasan. Kayu yang sudah dijemur akan diamplas dengan standard kehalusan.
  • Ketiga, setelah proses amlas kemudian kayu diberi pola sesuai motif yang diinginkan, supaya mudah dalam proses pembatikan.
  • Keempat, setelah pola terbentuk kayu tersebut akan dibatik menggunakan canting serta malam yang sudah dipanasi dengan suhu tertentu dalam wajan hingga berbentuk cair.
  • Kelima, setelah proses pembatikan selesai, kayu yang sudah dibatik akan diwarna sesuai dengan yang dikehendaki. Untuk proses pewarnaan, menggunakan pewarna kimia khusus yang di impor dari Jepang dan China.
  • Keenam, setelah warna sudah muncul akan dilanjutkan dengan penutupan motif yang sudah diwarnai dengan malam.
  • Ketujuh, kayu yang sudah ditutup malam, akan dilanjutkan dengan pewarnaan dasar.
  • Kedelapan, setelah pewarnaan selesai akan melalui tahap perebusan yang supaya malam terlepas dari kayu, sehingga terlihat motifnya.
  • Kesembilan, setelah direbus dan malam sudah tidak melekat pada kayu, akan dilanjutkan penjemuran dengan kekeringan kayu yang sudah ditentukan dan benar-benar kering.
  • Kesepuluh, kayu yang sudah kering akan dicelupkan atau dikuaskan cairan H2O2 yang berfungsi sebagai pemutih kayu. Kesebelas, kayu yang sudah benar benar putih yang terlihat hanya motif batik, selanjutnya kan dilanjutkan dengan proses finishing.

Proses membatik dengan media kayu membutuhkan keterampilan tersendiri, berbeda dengan membatik di atas kain. Karena polanya dibuat secara manual, bukan dicetak, maka membatik dengan media kayu membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi agar menghasilkan pola yang bagus. Motif batik yang diterapkan pada media kayu yaitu motif parangrusak, parangbarong, kawung, garuda, sidorahayu, sidomukti, dan motif lainnya.

Berbagai produk kerajinan yang dihasilkan berupa topeng, wayang, almari, aksesoris rumah tangga, patung kayu, kotak perhiasan, gelang, kalung, sandal, dan hiasan batik kayu lainnya dengan kisaran harga mulai dari yang murah hingga jutaan. Untuk pemasarannya pun tidak hanya di dalam negeri, tetapi telah merambah pasar manca negara.

Source Batik Kayu Kreasi Batik
Comments
Loading...