Batik Kayu Krebet Tembus Pasar Luar Negeri

0 35

Batik Kayu Krebet Tembus Pasar Luar Negeri

Yogyakarta dan batik merupakan dua elemen yang sulit dipisahkan. Batik sendiri tidak hanya peninggalan budaya semata, namun juga unsur dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat Jogja. Seperti yang terdapat di desa Krebet, kelurahan Sendangsari, Pajangan, Bantul ini. Mayoritas warga adalah pengrajin batik kayu yang paling populer di Yogyakarta.

Berbeda dengan desa wisata batik yang lain, kerajinan warga desa Krebet ini menggunakan media kayu sebagai objek lukisnya. Tidak heran jika desa Krebet menjadi desa wisata yang sangat terkenal, tidak hanya pasar domestik, tetapi juga merambah ke pasar intenasional. Mulai dari Asia, Timur Tengah hingga Eropa menjadi pangsa pasar tetap kerajinan batik kayu ini.

Pada awal perkembangannya, warga desa Krebet masih menghasilkan kerajinan patung tanpa motif pada tahun 1970-an. Namun karena daerah Yogyakarta sangat kental dengan batik, sepuluh tahun kemudian para pengrajin mengkreasikan kerajinan patung dan topeng dengan menggunakan motif batik. Hingga sampai sekarang Krebet menjadi salah satu sentra kerajinan batik kayu yang terkenal di Yogyakarta.

Seluruh pengerjaan barang-barang kerajinan batik kayu dibuat secara handmade. Ini artinya barang-barang kerajinan dibuat langsung oleh pengrajin secara manual menggunakan tangan tanpa alat bantu maupun dengan cetakan. Motif yang sering digunakan antara lain motif kawung, garuda, sidorahayu, sidomukti, parangrusak, parangbarong dan motif lainnya. Karena dibuat secara handmade, maka membutuhkan keahlian untuk mengahasilkan karya seni berkelas tinggi dengan motif yang sangat detail.

Kerajinan batik kayu ini terbuat dari bahan mentah yang sudah kering dan tidak lembab. Bahan yang digunakan biasanya adalah kayu sengon, kayu pule, dan kayu jati. Setiap jenis kayu dipilih berdasarkan keunggulan dan kesesuaian rangka struktur kerajinan. Setelah itu kayu diukir berdasarkan pola dan bentuk yang ingin dibuat, lalu diukir. Setelah ukiran jadi, bahan setengah jadi tadi diamplas, kemudian dibatik dan diwarnai. Pewarna yang digunakan terdiri dari pewarna batik, naptol, indigosol, dan cat sungging.

Meskipun terkenal dengan kerajinan topeng kayu bermotif batik, namun masih banyak macam kerajinan yang dihasilkan di desa Krebet ini. Ragam kerajinan tersebut antara lain wayang, kotak penyimpanan, patung, miniatur almari, frame foto, serta beraneka souvenir lainnya. Selain wisata belanja, wisatawan juga dapat mengunjungi sanggar atau galeri. Di dalam sanggar tersebut wisatawan dapat melihat maupun menikmati proses pembuatan batik kayu dari para pengrajin secara langsung.

Pihak desa wisata menyadari bahwa membatik media wayang dan kayu secara langsung memberikan sensasi yang berbeda. Selain itu juga bisa memberikan pengalaman para wisatawan akan seni batik. Para wisatawan yang ingin melihat dan mencoba langsung proses pembuatan batik kayu dikenakan tarif sebesar Rp 200.000,00. Sedangkan untuk harga barang kerajinannya sendiri berkisar dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah tergantung tingkat kesulitan pembuatan.

Source https://www.goodnewsfromindonesia.id/ https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/08/22/batik-kayu-krebet-tembus-pasar-luar-negeri
Comments
Loading...