Batik Karya Penyandang Disabilitas Ini Laris Dipasaran

0 56

Kelompok Swadaya Masyarakat Peduli Mulia pendamping kelompok disabilitas di Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar yang berjumlah 10 orang, mengatakan kreasi batik motif kayu dengan warna dasar kecoklatan karya 25 penyandang disabilitas di desa itu, laris di pasaran.

Pesanan batik motif tersebut tidak pernah sepi, dinas-dinas maupun lembaga-lembaga lain di kabupaten sering memesan untuk keperluan seragam maupun souvenir bagi para tamu. Saat ini, Dinas Sosial setempat tengah mengurus hak paten dari batik motif kayu karya penyandang disabilitas tersebut.

Sayangnya, sejauh ini mereka belum memiliki tempat permanen untuk berkarya dan masih menumpang di gedung balai desa Resapombo. Jika balai desa digunakan, maka produksi terhenti dan para siswa ini duduk-duduk di luar memunggu hingga rapat selesai. Mereka berharap  bantuan untuk mendirikan gedung seluas 7X12 m di tanah milik desa.

Para pendamping bertugas untuk mengarahkan, mengajari teknik batik ciprat, suntik maupun melukis menggunakan canting sambil mengajari pendidikan dasar tentang kebersihan dan kemandirian kepada para penyandang disabilitas tersebut.

Para pendamping harus bersabar karena sering muka mereka menjadi sasaran ciprat dan semprot para pembatik istimewa jika lagi tidak ‘mood’ bekerja. Dijelaskan, tiadanya SLB di daerah tersebut menjadikan pentingnya keberadaan gedung ini untuk berbagai  aktivitas bagi kel disabilitas termasuk untuk menambah kapasitas produksi sehingga bisa melibatkan 23 siswa lainnya yang belum tertangani.

Para pendamping bekerja berdasar kerelawanan sehingga tidak ada gaji namun harus pula membawakan makanan untuk makan siang bersama tiap hari. Eva Sundari yang menerima aspirasi ini mencatat semua keluhan.

Source http://www.netralnews.com/news/ekonomi/read/142274/batik-karya-penyandang-disabilitas-ini-laris-dipasaran http://www.netralnews.com
Comments
Loading...