Batik Karya Pengrajin di Bantul Dipasarkan ke Luar Jawa

0 126

Batik Karya Pengrajin di Bantul Dipasarkan ke Luar Jawa

Batik karya dari perajin di Desa Gilangharjo Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta selain dipasarkan di beberapa kota di Jawa dan luar Jawa. “Pasarnya di wilayah Yogyakarta dan luar kota, misalnya Jakarta. Kemudian ke Bali, Sumatera dan Kalimantan,” kata Ketua Paguyuban Batik “Nyawiji”, Desa Gilangharjo, Tumilah. Pemasaran batik sampai ke luar Jawa itu ada yang melalui transaksi langsung atau pembeli datang ke ruang pamer batik Gilangharjo maupun melalui pihak ketiga untuk dijual ke luar kota tersebut. Ia mengaku peminat batik dari luar Jawa terbilang tinggi terutama saat liburan atau libur hari raya.

Untuk kapasitas produksi tergantung situasi masing-masing kelompok, namun secara keseluruhan dari Gilangharjo produksinya sekitar 600 sampai 700 potong per bulan. Paguyuban batik Desa Gilangharjo mempunyai anggota sekitar 100 perajin, mereka tergabung dalam 15 kelompok batik, yang setiap kelompok anggotanya rata-rata berjumlah lima orang.

Kalau untuk motifnya sudah tidak kehitung, bisa sampai puluhan motif. Itu karena para perajin terus berinovasi membuat motif baru, supaya motif batik nusantara makin bertambah, tidak hanya motif itu-itu saja, tapi motif baru. Tumilah menambahkan batik karya paguyubannya dijual dengan harga berkisar antara Rp. 200 – Rp. 450 ribu per potong untuk batik biasa. Harga itu tergantung dengan desain dan cara membatiknya. Itu yang untuk pasar umum, namun kalau yang motif khusus harganya sampai jutaan, karena proses pengerjaan yang lebih rumit.

Source https://www.tempo.co/ https://bisnis.tempo.co/read/835012/batik-karya-pengrajin-di-bantul-dipasarkan-ke-luar-jawa
Comments
Loading...