Batik Karya Napi Di Cipinang

0 71

Batik Karya Napi Di Cipinang

Seorang narapidana pengedar narkoba, Dadang Kusnaedi, menyibukkan diri dengan membatik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Cipinang. Dia mengkreasikan batiknya di selembar kain mori atau kain kafan. “Saya ingin membatik,” kata Dadang  dalam acara “Napi Craft and Katumbiri Expo 2013” di JCC Senayan, Jakarta.

Pria berusia 29 tahun ini ternyata tidak sendirian membatik, ada beberapa orang temannya yang turut mengerjakan batik tulis ini.

“Ada tiga kelompok. Ada yang bagian pemotifan, canting, dan pewarnaan. Saya bagian mencanting,” kata dia.
Dadang menuturkan karyanya disukai banyak orang. Seperti motif batik ondel-ondelnya yang disukai para petugas lapas. “Mereka suka,” ungkapnya.

Lalu, bagaimana cara membuatnya? Pria yang dijerat hukuman sebelas tahun penjara ini, menjelaskan. Awalnya, kain kafan digambari motif yang diinginkan, seperti motif kawung dan ondel-ondel. Lalu, kain tersebut dicanting dengan malam yang telah dipanaskan. Setelah itu, kain diwarnai, diberi water glass (semacam bahan untuk ‘mengunci’ warna), lalu dicuci. Pencucian pun dilakukan dua kali: dengan air dingin, dilanjut dengan air panas. Setelah itu dikeringkan.

“Butuh waktu minimal 1,5 bulan untuk mengerjakannya. Tergantung motif. Kalau yang rapat, biasanya lama,” tutur pria yang sudah menghuni lapas sejak tahun 2011.

Mantan pengedar narkoba ini menyebut selembar kain batiknya dibanderol Rp600.000-700.000 per lembar. Sayangnya, dia tidak menyebutkan secara detail berapa ukuran kain batik tersebut.

Batik karya para napi itu dijual di lapas setempat. Kalau laku, mereka mendapatkan upah. “Kalau yang saya rasakan, saya sudah pernah mendapat upah Rp30.000-60.000,” ujar pria asal Serang ini.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjatim/ https://www.viva.co.id/berita/bisnis/465555-napi-ini-isi-waktu-luang-dengan-membatik
Comments
Loading...