Batik Karawang

0 499

Batik Karawang

Batik Karawang zaman dulu dikenal dengan nama Batik Tarawang atau Batik Tarum. Tahun 1928 jenis batik ini sudah dibuat dan diikut sertakan dalam Pameran Batik Jawa di Amsterdam oleh seniman dan pelukis Belanda. Batik Tarawang atau Batik Tarum ini dibuat oleh keluarga Tan Tjeng Kwat, etnis Tionghoa yang merupakan warga Rengasdengklok. Tahun 1880, Batik Tarawang ini telah diproduksi oleh Ny. Vincen Hegen istri pelukis Raden Saleh. Tahun 1931 Ir. PAI Mooyen warga Belanda yang tinggal di Bandung, pernah juga mengadakan kegiatan pameran batik ke negara Hindia Belanda. Beliau juga mengoleksi batik Tarawang atau batik Karawang. Koleksi batiknya berupa kain alas meja peribadatan yang biasa digunakan oleh penganut agama Budha yang disebut Tok Wi. Koleksi batik insinyur dari negeri Kincir Angin inilah yang lalu jadi dasar bagi pengembangan dan produksi lebih lanjut.

Perkembangan motif batik Karawang dari masa ke masa dengan mulai dimodifikasi sedemikian rupa, disesuaikan ragam hias dengan memberikan aksen perlambangan masa kini yang berkaitan dengan kearifan lokal yang terkait dengan sosial budaya daerah Karawang.

Motif Batik Karawang tersusun dengan ragam hias berunsur simbolis filosofis. Ragam hias ini berupa: garis segi tiga disebut tumpal, tumpal mengandung arti ketuhanan yang maha esa. Bunga tarum (bunga vidas) bunga simbolik untuk agama Hindu Budha yang dibuat oleh pembatik Karawang. Bulir padi dan lumbung padi, lambang kemakmuran daerah Karawang. Ragam hias garis dan bidang geometrik, sebagai motif perlambangan yang dimiliki masyarakat suku buni sebagai masyarakat asli Karawang. Garis gelombang laut sebagai lambang daerah pantai memiliki laut.

Source Batik Karawang Batik
Comments
Loading...