Batik Karanganyar Jadi Unggulan

0 39

Batik Karanganyar Jadi Unggulan

Konon aktivitas membatik yang ada di Karanganyar sudah dimulai pada era pemerintahan Mangkunegara I. Pada kurun 1920-1960 batik karanganyar banyak dari daerah Matesih. Batik Karanganyar yang menggunakan teknik tradisi di Matesih berlangsung hanya sampai 1950. Bahan yang dipakai selanjutnya memakai atau menggunakan bahan napthol. Jumlah produksi batik karanganyar saat itu mencapai 2 kodi/hari.

Pengusaha kebanyakan mengerjakan wedelan (membuat warna biru) sendiri dan usaha ini berlangsung sampai sekitar 1978. Selanjutnya masih ada beberapa orang yang aktif membatik tetapi hanya melayani batik ngengrengan (gambar berupa kontur dari malam di atas kain). Disamping motif-motif klasik tradisional, Batik Matesih juga membuat Batik Petanen. Batik Petanen yaitu penciptaan motif dengan mengadapsi alam lingkungan Matesih, dipadu dengan Motif Batik Larangan (Batik Keraton).

Desain kreatif batik bersumber dari ikon mengacu pada lingkungan alam, maka akan menghasilkan karakter kain batik yang unik dan dapat menjadi unggulan khas wilayah, bahkan akan mampu membangun batik sebagai identitas budaya Karanganyar. Secara umum batik digunakan untuk kain jarik, kemeja, sprei, taplak meja, dan busana wanita. Mengingat bahwa jenis produk ini amat dipengaruhi oleh selera konsumen, perubahan waktu dan model, maka batik di Karanganyar juga berkembang. Baik menyangkut rancangan, penampilan, corak dan kegunaannya, disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan pasar baik dalam negeri maupun luar negeri.

Batik tradisional secara historis berasal dari jaman nenek moyang dalam abad sengkala tahun 1633 Masehi, yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik di Kabupaten Karanganyar mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang dikenal sekarang ini. Secara prinsip terdapat 11 tahapan yang umumnya dilalui dalam pembuatan batik tradisional.

Source https://www.karanganyar.news/ https://www.karanganyar.news/2016/11/04/batik-karanganyar-jadi-unggulan/3882/
Comments
Loading...