Batik Kaganga Bengkulu

0 683

Batik Kaganga

Kota Bengkulu, selain tekenal dengan kain batik Besureknya ternyata terdapat kain batik yang lain, yaitu kain Batik Kaganga. Batik Kaganga adalah batik dengan motif corak yang khas dari Tanah Rejang. Batik ini lahir sekitar tahun 1985 sampai 1990 saat pemda Provinsi Bengkulu sedang giatnya menggalakkan kerajinan kain batik besurek yang merupakan kain batik khas kota Bengkulu. Perkembangan kerajinan seni batik kaganga ini akhirnya terinspirasi dari motif bentuk-bentuk huruf kaganga yang dikenal sebagai aksara rejang.

Batik Kaganga juga dipadukan dengan bunga dan burung. Misal dipadukan dengan motif bunga Rafflesia Arnoldi yang habitat alaminya banyak dijumpai di Tanah Rejang. Bengkulu juga berkembang ragam hias berbentuk bangun-bangun geometri. Misalnya, seluang mudik atau kandung lawaiyan. Pola geometrinya didominasi oleh garis-garis lurus. Ragam hias ini tentu juga cukup menarik jika dilukiskan pada batik Bengkulu.Beberapa event kecil peragaan busana batik Kaganga diadakan oleh Pemda kabupaten Rejang Lebong untuk mengenalkan batik Kaganga kepada masyarakat, meskipun promosinya hanya setingkat daerah yang diadakan oleh pemerintah daerah yang berkuasa waktu itu.

Batik Kaganga merupakan batik khas daerah karena termasuk batik baru dan motifnya juga masih terbatas. Konsumen batik Kaganga awalnya adalah masyarakat kelas menengah ke atas, bahkan ada yang menjadikannya sebagai souvenir ke kota lain atau luar negeri. Harganya cukup mahal, karena batik ini dibuat dengan cara tradisional yang dikenal dengan batik tulis. Sayangnya batik Kaganga ini turun pamor ketika dipegang oleh istri para pejabat di Rejang Lebong. Mulanya perkembangannya bagus, beberapa pengrajin dikirim belajar membatik ke Pulau Jawa yang kemudian menerapkan ilmunya di Tanah Rejang untuk membuat batik dengan corak motif batik Kaganga.

Banyak tercipta bentuk motif kain batik Kaganga yang indah, termasuk banyak pesanan batik tulis dari bahan dasar sutra. Meski mahal namun tetap ada konsumennya. Dalam beberapa tahun kemudian, Pemda mewajibkan pelajar, PNS dan instansi swasta lain untuk menggunakan batik Kaganga. Para istri pejabat inilah yang memesan batik Kaganga secara besar-besaran ke Pulau Jawa dengan teknik batik cap yang kemudian menggeser pasar batik tulis Kaganga.Pemakaian batik secara umum dan besar-besaran akhirnya membuat batik ini jenuh di pasar lokal. Pesanan batik tulisnya menurut drastis, karena batik Kaganga akhirnya tidak lagi menjadi batik yang khas dan diminati konsumen. Batik Kaganga tidak lagi menjadi barang mewah bagi kalangan orang kaya di Tanah Rejang, sehingga pemakainya tidak lagi dianggap bisa menaikkan prestise, tapi kini justru masyarakat menjadi canggung memakainya karena batik Kaganga seakan jadi batik seragam kantor atau seragam sekolah.Semoga saja pengrajin batik tulis Kaganga mau memproduksi kembali dan batik Kaganya diminati para konsumen, sehingga batik tulis ini tidak punah dan tetap lestari.

Source Batik Kaganga Bengkulu Batik Bengkulu
Comments
Loading...