Batik Jumputan Jadi Primadona

0 198

Batik Jumputan Jadi Primadona

Sejumlah perajin Batik Jumput batikan yang berada di Kelurahan Tahunan, Kota Jogja, rata-rata mulai mendapatkan peningkatan pada pesanan batik menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Seorang perajin batik jumputan di Kelurahan Tahunan, Rani mengatakan mendapatkan pesanan untuk persiapan stok Ramadhan baik dari pemesan perorangan maupun partai besar untuk seragam. Dalam sehari bisa meningkat 50% dari hari-hari biasanya.

Untuk mengacu tahun-tahun sebelumya omzet selalu meningkat sebulan sebelum masuk Ramadan. Omzet yang biasa diperoleh Rp. 4 juta-Rp. 5 juta per bulan melonjak menjadi Rp. 6 juta. Pemesan khusus motif baru kebanyakan memesan jauh hari sebelum dibeli, sebab pembuatan batik jumputan dengan ukuran 2 meter per lembar tersebut membutuhkan waktu sehari hingga seminggu, tergantung tingkat kerumitan motif.

Untuk memenuhi target produksi, ia mengaku menambah jumlah tenaga kerja. Dari hari biasa membutuhkan sebanyak 14 tenaga kerja, mendekati Ramadhan hingga Idul Fitri bisa mencapai 18 tenaga kerja. Meski pemasaran dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing, menurut Rani, rata-rata perajin batik jumputan telah memiliki pelanggan dari lokal Yogyakarta maupun luar Jawa.

Sementara itu, perajin batik lainnya yang di Tahunan, Tuliswati Sadhi juga mengaku mendapatkan lonjakan pesanan yakni dari hari biasa medapatkan pembelian 5 lembar batik, saat ini telah melonjak 20 lembar per hari. Meski mendekati Ramadhan serta sejumlah bahan batik mengalami kenaikan harga, dia mengaku tetap memasang harga batik seperti biasa. Kisaran harga batik jumputan, menurut dia, saat ini tetap dijual mulai Rp175.000 hingga Rp250.000 per lembar.

Source Batik Jumputan Jadi Primadona Batik
Comments
Loading...