Batik Jumput Warna Alam Karya Ibu Rumah Tangga Kota Yogyakarta

0 19

Batik Jumput Warna Alam Karya Ibu Rumah Tangga Kota Yogyakarta

Berawal dari pelatihan dan pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga. Kerajinan batik jumput kini menjadi ikon Kelurahan Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Kebersamaan, terus belajar, berinovasi dan berkolaborasi dengan pemerintah berbuah kepercayaan pembeli lantaran kualitas produk yang prima.

Bagi yang belum familier dengan batik jumput, batik ini berbeda dengan batik tulis yang menggunakan canting dan malam. Batik jumput dikreasi dengan teknik ikat celup. Kain diikat lalu dicelupkan ke dalam warna. Hasilnya, sebuah gradasi warna memesona.

Bisnis ini berawal dari ide Dea Modis untuk pelatihan jumput tahun 2010. Dea Modis kemudian membentuk kelompok (ibu-ibu) untuk membuat pelatihan serupa dengan dana Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Tahunan.

Setelah latihan selama 4 hari, sambungnya, hasilnya ternyata sangat memuaskan. Ketelatenan para ibu rumah tangga dalam membuat batik jumput mulai menumbuhkan optimisme. Dea Modis memproduksi batik dan jumput, baju, tas, dan aksesoris.

Dengan 7 pegawai, setiap pesanan yang masuk dikerjakan sepenuh hati, agar pembeli terus berdatangan. Pembeda batik jumput karya Dea Modis dengan karya pengrajin lain ada pada motif warna alam. Motif yang tidak ada di pasaran umum serta warna yang tidak luntur dan unik menjadi alasan pembeli untuk loyal pada produk-produk batik jumput Dea Modis.

Meski demikian, bukan berarti usaha kerajinan ini tidak menangguk persoalan. Tuliswati menyinggung pemasaran batik jumput yang bersaing dengan produk printing dengan harga sangat murah. Kini, Dea Modis mulai sering mendapat pesanan seragam, baik acara pengantin maupun kantor.

Dea Modis berkeinginan kuat untuk terus mengembangkan kerajinan batik jumput. Pengkombinasian batik jumput dan batik tulis dirasanya menjadi salah satu inovasi produk yang akan semakin membuat Dea Modis berkibar.

Filosofi perempuan Jawa dan batik tampaknya benar-benar mendarah daging pada diri Tuliswati. Dengan membatik, perempuan Jawa kemudian tidak keluar rumah. Sembari mengurus anak-anak, para ibu dapat terus berkreasi dan membantu pendapatan suami.

Source https://jogjadaily.com/ https://jogjadaily.com/2015/12/dea-modis-batik-jumput-warna-alam-kreasi-ibu-rumah-tangga-kota-yogyakarta/
Comments
Loading...