Warning: unlink(/tmp/c8143191f24458175d8ff5ae112b6929-dFHJV7.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/infobatik.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Batik Jonegoroan yang Mulai Dilirik Negara Tetangga

0 26

Batik Jonegoroan yang Mulai Dilirik Negara Tetangga

Bojonegoro atau kerap disebut Batik Jonegoroan, akan mendunia. Dan tentu saja batik akan menjadi salah satu ikon baru berjajar dengan pelbagai produk kerajinan lain dari kabupaten ujung barat-utara Jawa Timur ini.

Ya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, telah sepakat meneken kerjasama (Memorandum of Understanding) dengan Blue White Internasional (BWI) dan House of Martini Suarsa di Yogjakarta. Kerjasama ini dalam rangka pengembangan budaya berikut hasil kerajinan seperti batik Bojonegoro ke tingkat dunia.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Amir Sahid, kemudian pihak BWI, yaitu Miss Ada Goh dan dari House of Martina Suarsa. Acara kerjasama juga diisi dengan ajang Java Visit For Batik and Tourism of Bojonegoro Collaboration Culture BWI Internasional Qipao Pageant 2018-October 2018 Bojonegoro Petroleum Park di Lotus Ballroom Hotel Grand Aston Jogjakarta.

Menurut Martini Suarsa, kerja sama dengan BWI ini merupakan langkah yang perlu diambil agar batik Bojonegoro bisa dikenal di mancanegara. Salah satunya mengadakan acara Qipao Pageant di Singapura selama tujuh hari pada bulan Oktober 2018 mendatang. “Di acara itu kita akan kolaborasi dengan China untuk mempromosikan pariwisata dan budaya masing-masing Negara,” ujarnya. Dia menambahkan, dirinya hanya membuka pintu bagi anak-anak Bojonegoro untuk bersaing dalam pasar global.
Dari pihak BWI, Miss Ada Goh, mengatakan, kegiatan ini sangat positif untuk dilakukan, karena bisa menambah serta meningkatkan produktifitas di antara kedua belah pihak. Dengan demikian, antar keduanya bisa saling mendukung dan memajukan kebudayaan masing-masing. “Tentu bisa mendorong masyarakat berkreasi,” ujarnya.

Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro, Suprianto, mengatakan Bojonegoro tidak memiliki gunung tinggi dan lautan. Tetapi memiliki warisan Geopark yang terbesar dimana luasnya mencapai 2384,02 meter persegi seperti “The Little Texas Wonocolo” di Desa Wonocolo. Kemudian Kecamatan Kedewan, serta Api Abadi Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. “Itu keindahan yang luar biasa,” ujarnya.

Suprianto berharap, Geopark Bojonegoro sebagai Geoparka Nasionak yang diakui UNESCO sehingga dapat dikenal di dalam dan luar negeri. Sehingga kerjasama dengan China sebagai peluang agar wisata Bojonegoro bisa dikenal masyarakat dunia. Selain itu, Geopark Bojonegoro bisa menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan perlindungan konservasi eksposur batu/fosil/bintang alam menuju UNESCO Global Geopark Network (GGN).

Bojonegoro, lanjut Suprianto, juga memiliki budaya lokal dimana ada masyarakat Samin. Dimana mereka hidup dengan menjalankan nilai-nilai kejujuran, keluhuran dan kesederhanaan untuk belajar bagaimana hidup bersahaja.”Kita berharap, nilai-nilai ini terus kita pertahankan,” imbuhnya.

Acara di Yogjakarta ini, juga rangkaian pameran di Beijing, Tiongkok selama empat hari terhitung 18-21 Mei silam. Batik Bojonegoro tampil di ajang The 21th Beijing International Science and Technology Expo, delegasi dari Kabupaten Bojonegoro membawa sejumlah orang. Mulai dari model putra-putri, juga pengusaha dan perajin batik. Tim yang difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro ini, tampil mendapat perhatian masyarakat di Negara itu.

Source https://damarkita.com https://damarkita.com/batik-jonegoroan-yang-mulai-dilirik-negara-tetangga/
Comments
Loading...