Batik Jawa Baru

0 302

Batik Jawa Baru

Setelah terjadinya Perang Dunia II batik Jawa Baru mulai muncul, Jepang takluk dan angkat kaki dari Indonesia, batik sebagai industri mengalami masa surut. Tetapi, motif-motif batik terus berkembang, mengikuti suasana. Ketika itu juga muncul istilah seperti Batik Nasional dan Batik Jawa Baru. Batik Jawa Baru bisa disebut sebagai evolusi dari Batik Hokokai. Tahun 1950-an batik yang dihasilkan masih menunjukkan pengaruh Batik Hokokai yaitu dalam pemilihan motif, tetapi isen-isennya tidak serapat Batik Hokokai.

Batik Jawa Baru memiliki motif dan warna yang ada pada era Batik Jawa Hokokai yang lebih disederhanakan, tetapi masih berciri khas pagi sore tanpa tumpal. Kebanyakan menggunakan motif rangkaian bunga dan lung-lungan. Terdapat satu motif Batik Jawa Baru dengan latar yang diisi Parang Seling dan Tanahan, dihiasi oleh buketan corak motif agak besar dan mengecil di bagian atasnya, motif penuh dalam satu kain yang dibuat dengan sangat rapi dan cecekan terbilang halus atau kecil. Pada batik tersebut juga terdapat beberapa kupu-kupu kecil dan burung sebagai pelengkap indahnya kain.

Perkembangan Batik Jawa Hokokai hanya dibuat oleh pengusaha Batik Pekalongan sampai akhir tahun 1945. Batik ini digemari sampai tahun 1950 dengan nama Batik Jawa Baru. Perkembangan selanjutnya batik ini menerapkan pola Jlamprang dan Tirtareja, dan parang sebagai isen latar yang dipadu dengan warna sesuai selera orang Indonesia.

Iwan Tirta adalah seorang seniman batik yang mengangkat kembali motif Hokokai. Tahun 1980-an Iwan Tirta menginterpretasi ulang motif batik Jawa Hokokai dalam bentuk desain yang baru. Beliau memperbesar motif bunga seperti krisan dan mawar serta menambahkan serbuk emas 22 karat sebagai cara untuk mempermewah penampilan batik tersebut. Pada sebuah pergelarannya, Iwan Tirta juga membuat motif kupu-kupu dalam ukuran besar.

Source Batik Jawa Baru Batik
Comments
Loading...