Batik Jataka I

0 67

Batik Jataka I

Batik Jataka I dibuat dengan menggunakan bahan yang digunakan dalam pembuatan batik motif Jataka I ini adalah kain primisima. Bahan pewarna yang digunakan adalah zat remasol. Teknik pewarnaan menggunakan smok kenyuk. Kain primisima memiliki sifat bahan yang dapat bertahan dengan suhu panas pada proses pelorodan, dapat menyerap warna, sehingga kain ini dapat melalui proses membatik dengan baik. Dalam proses pembuatan karya ini menggunakan teknik batik tulis dan teknik pewarnaan smok.

Adapun tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam pembuatan karya ini, seperti pembuatan desain, mewarna, memola atau menjiplak, mencanting, melunturkan dan melorod. Teknik pewarnaan pertama adalah teknik smok kenyuk dengan menggunakan larutan warna remasol coklat GR, biru TQ, dan ungu SR. Sebelum warna dikunci menggunakan larutan waterglass, kain terlebih dahulu dijemur dan ditaburi soda abu secara merata. Kemudian ditutup malam sesuai dengan pola menggunakan canting. Selanjutya kain dilunturkan menggunakan larutan zat sulfurit H2SO4 dan larutan soda abu. Setelah itu kain diwarna kembali menggunakan teknik smok kenyuk dengan larutan remasol warna biru RSP, ungu SR, coklat GR dan kuning FG. Lalu kain direntangkan untuk di smok dan ditaburkan soda abu lalu dikunci kembali menggunakan larutan waterglass. Setelah proses pewarnaan selesai, kain disetrika agar rapi.

Batik ini dibuat dengan pengulangan Motif Jataka I yang berisikan gajah, rusa, dan burung merak. Hewan-hewan tersebut mempunyai makna simbolik tersendiri bagi kaum Buddha. Kemudian pada bagian bawah terdapat tumpal dan sulur-sulur daun yang memenuhi kain. Jataka adalah relief cerita hewan yang terpahatkan pada dinding candi. Salah satu cerita Jataka adalah seekor gajah yang menjadi ganas ketika berada di tengah-tengah orang-orang yang sedang dihukum karena berbuat suatu kejahatan, tetapi gajah tersebut berubah menjadi lembut dan jinak ketika berada di dekat para petapa dan para biksu yang di tempat tersebut memiliki suasana yang damai dan tenang.

Source http://eprints.uny.ac.id/45916/1/Lap.TAKS%20full.pdf
Comments
Loading...