Batik Jalak Polo, Batiknya Kelurahan Kepolorejo – Magetan

0 6

Rentetan awal cerita dari sebuah tangan seorang Margono Yusuf yang tinggal di Jalan Kalimantan 46 Rt/Rw 03/02 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan yang tekun menjalankan uneg-unegnya untuk menyalurkan sebuah kreasi seni yang tertuang dalam sebuah kanfas namun bukan merupakan lukisan tapi merupakan sebuah kerajinan dinding dari Batik, Sabtu. Sering kita mendengar pepatah lama bahwa dunia itu tidak selebar daun kelor, namun pepatah tersebut sudah tidak berlaku. Revolusi dunia informasi membuat dunia ini nir batas. Jarak lintas benua bisa di jangkau dalam sekejap mengabarkan apa yang terjadi dari tempat kita hidup.

Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan yang terjadi ketika masyarakat di suatu wilayah mampu mensikapinya dengan bijak dan menggunakannya dengan positif.  Seperti dilakukan oleh beberapa warga penduduk Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan secara umum ekonomi Kelurahan berlandas pada sektor pertanian dan perdagangan masyarakat tetap menjalankan aktifitas di sektor pertanian serta berdagang dengan mengusahakan sawah atau ladang dengan menjual hasilnya untuk menjadi salah satu sumber pendapatan. Selain bertani dan berdagang masyarakat Kelurahan Kepolorejo membuat kerajinan batik.

Pada akhir tahun 2016 tepatnya bulan Nopember 2016, Pemerintah Kelurahan Kepolorejo,  Kabupaten Magetan atas inisiatf Lurah Priyo Budi Utomo mencanangkan Kelurahan Kepolorejo sebagai Kelurahan Industri Batik menuju Kelurahan  wisata kerajinan Batik Jalak. Kelurahan Industi menuju Kelurahan  Wisata Kepolorejo termasuk salah satu objek wisata yang unggulkan Kabupaten Magetan. Dengan lokasi berdekatan dengan obyek wisata Telaga Wahyu dan Telaga Sarangan memudahkan wisatawan untuk melakukan kunjungan ke Kelurahan Industri serta Kelurahan wisata ini.

Kelurahan Kepolorejo memiliki 3 orang pengrajin tergabung dalam pembinaan Lurah Kepolorejo  yang siap menyambut para pengunjung untuk diajak melihat lebih dekat proses pembuatan kerajian batik mulai dari melukis, mencanting, mengasih Malam, pewarnaan hingga siap di pasarkan karena walau hanya tiga orang yang mau berkarya dalam sehari batik tulis bisa selesai dan dari bulan Nopember 2016 hingga 24 Januari 2017 sudah menghasilkan 31 batik tulis dan per potong dengan harga promosi Rp. 150.000,- (seratus limapuluh ribu rupiah) ini cerita awal waktu mulai dibuka Workshop.

Menururt Priyo Budi Utomo, pihaknya bisa menyediakan paket wisata  atas permintaan dari wisatawan. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa wisatawan tidak perlu khawatir jika ingin menginap di Kelurahan Kepolorejo karena fasilitas penginapan sudah disediakan. “Paket wisata yang kami tawarkan kepada wisatawan adalah muatan lokal yang ada di Kelurahan kami, mulai dari kuliner, kesenian hingga kehidupan sehari-hari warga kami yang menjalankan dua profesi petani/pedagang dan pengrajin Batik,” Lurah Kepolorejo ini. Selain itu juga Priyo menceritakan kesadaran para pengrajin memiliki visi usaha berbasiskan pada pelestarian kesenian budaya Kelurahan Kepolorejo khususnya dan umumnya Kabupaten Magetan. 

Para pengrajin diwajibkan untuk melakukan menurunkan ilmunya bagi generasi muda yang ingin melestarikan seni membatik khususnya Batik Jalak Polo yang artinya Ciri kas Batik Kepolorejo didalamnya ada burung Jalak dan buah Pala mengartikan Kepolorejo. Munculknya ide pembuatan Kerajinan Batik bermula dari kebiasaan warga pada musim panen mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan YME dengan menggelar pentas kesenian Wayang dan para warga saat pesta tersebut mengenakan Baju Batik. Kisah yang biasa di pentaskan dalam acara wayang kulit  yaitu Kepolorejo merupakan kelurahan yang terletak di tengah kota Kabupaten Magetan sehingga dalam acara wayangan warga biar kelihatan sebagai tamu resmi pada memakai Baju Batik.

Melalui Pagelaran Wayang kulit itulah sang dalang menyampaikan tentang Keesaan Tuhan. Menurut alkisah cerita Panji berasal dari kata siji (satu atau pertama), mapan sing siji (percaya kepada Yang Satu). Jadi bisa dimaklumi mengapa Kerajinan Batik  coraknya begitu halus, persis seperti hubungan kita dengan Tuhan yang berlangsung amat pribadi. Dari pagelaran wayang tersebut munculah ide dari seorang pelukis mencoba membuat batik klasik.  Kemudian batik tersebut dipasarkan ke luar dari Kelurahan Kepolorejo. Alhasil respon masyarakat menyambut positif. Dari kejadian tersebut kemudian dibentuklah workshop untuk melatih pembuatan Batik klasik dari cerita pagelaran wayang kulit. Bermula dari situlah cikal bakal kerajinan Batik Jalak Polo berkembang di Kelurahan Keporejo seperti sekarang ini. 

Source https://beritatrends.com https://beritatrends.com/2018/02/17/batik-jalak-polo-batiknya-kelurahan-kepolorejo-magetan/
Comments
Loading...