Batik Jadi Dress Code Pertemuan SBY dan 08, Ini Alasannya

0 19

Batik Jadi Dress Code Pertemuan SBY dan 08, Ini Alasannya

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Pertemuan itu untuk menentukan arah politik ke depan Partai Demokrat terkait di Pilpees 2019 mendatang.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengungkapkan, untuk pertemuan istimewa ini para elite sengaja menggunakan pakaian khusus. Hal itu mengingat pertemuan dua tokoh bangsa ini sangatlah penting.

“Termasuk dress code-nya kita siapkan, karena kan untuk mengatur bangsa ini kan juga dress code itu menjadi persoalan penting tidak boleh sembarangan,” ‎ujar Syarief di kediaman SBY Jalan Mega Kuningan, Jakarta.

Sehingga menurut Syarief, alangkah baiknya jika Partai Demokrat menentukan tema khusus untuk pakaian di pertemuan antara SBY dan juga Prabowo Subianto yang dikenal dengan sebutan 08.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, pakaian yang dimaksud tersebut adalah pakaian batik. Jadi semua elite Demokrat yang datang kompak menggunakan batik lengan panjang.

“Itu untuk menggambarkan kearifan lokal, dan batik juga sudah diakui oleh UNESCO, untuk menggambarkan keseriusan, kearifan lokal dan merakyat. Itu pasan yang ingin disampaikan,” pungkasnya.

Sementara itu terpisah, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP partai Demokrat Ferdinand Hutahahean dengan percaya diri mengenakan kaos bertuliskan #2019GantiPresiden AHY_Aja. Pakaian itu dipakainya saat menghadiri diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Saat ditanya hal itu, Ferdinand mengaku baju itu dibuatnya sendiri. Kaos itu tidak diproduksi secara masal hanya untuk konsumsi pribadi. “Ini bikinin saya sendiri, ini satu-satunya di Indonesia,” ujarnya di Kedai Kopi Perjoeangan Menteng, Jakarta Pusat.

Secara tegas Ferdinand memang mengharapkan adanya Presiden baru di 2019. Hal itu pula yang dia perjuangkan di internal partai Demokrat.

“Loh iya, memang maunya ganti presiden kok. Kenapa? Karena memang harus ganti. Harus pemimpin yang pro terhadap rakyat, tidak lupa rakyat,” tegasnya.

Sementara itu saat disinggung penggunaan baju itu sebagai sinyal mendekatnya Demokrat ke koalisi Gerindra, Ferdinand masih enggan mengakuinya.

Dia hanya menyebut bahwa Demokrat dan Gerindra mempunyai komunikasi yang baik. “Yang jelas Gerindra dengan Demokrat itu saling mendekat, saling berjabat tangan. Doakan malam ini sepakat. Insya Allah 2019 kita akan ganti Presiden,” tandasnya.

Source https://fajar.co.id https://fajar.co.id/2018/07/24/batik-jadi-dress-code-pertemuan-sby-dan-08-ini-alasannya/
Comments
Loading...