Batik Indramayu Motif Iwak Etong

0 593

Pembuatan Batik Indramayu diperkirakan telah berlangsung lama yaitu sekitar abad ke 13 sampai 14 di mana Pelabuhan Cimanuk menjadi satu-satunya pelabuhan terbesar di Pulau Jawa dan Asia, semasa jayanya Kerajaan Manuk Rawa di Muara Cimanuk. Saat itu, perdagangan dari berbagai bangsa di dunia terjadi di Pelabuhan Muara Cimanuk. Sehingga motif batik di Indramayu banyak mendapat pengaruh besar dari gambar atau motif kaligrafi dari Arab, Cina atau daerah Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Banyak yang menyebut batik Indramayu disebut juga sebagai batik Dermayon atau batik Paoman. Keindahan alam dan berbagai fenomena yang terjadi di Indramayu telah mendorong lahirnya kreativitas pembatik Indramayu dalam menciptakan motif batik. Latar belakang kehidupan nelayan dan petani menjadi ciri dan identitas batik Indramayu. Ciri khas yang terlihat dari Batik Indramayu adalah ragam flora dan fauna diungkap secara datar, dengan banyak lengkung dan garis-garis yang meruncing atau riritan, latar putih dan warna gelap dan banyak titik yang dibuat dengan teknik cocolan jarum, serta bentuk isen-isen atau sawut yang pendek dan kaku. Salah satu motif batik Indramayu adalah Motif Iwak Etong.

Motif Iwak Etong

Motif Iwak Etong yang menggambarkan ikan, udang, cumi, ubur-ubur dan kepiting. Pada motif Iwak Etong bentuk ikannya tanpa kepala menggambarkan warga pribumi yang dijajah Belanda yang cukup kuat dengan berbagai senjata dan peralatan canggih, sedangkan warga pribumi hanya dengan bambu runcing dan golok bergerilya di malam hari. Komposisi ornamennya ada 3 yaitu ikan etong, urang ayu (udang), dan buaya atau biawak.

Source Batik Indramayu Motif Iwak Etong Batik Indramayu
Comments
Loading...