Batik Indonesia : Suro di Hingar Bingar Desa Batik

0 94

Sejarah batik di Desa Girilayu, datang tanpa dijemput, bercerita beberapa puluh tahun lalu. Sore itu juga. Suro Pawiro, nama yang sangat

ndeso

namun sangat Indonesia. Memiliki istri bernama Sainah Suro Pawiro, perempuan Jawa yang suka membatik. Mungkin beliau adalah salah satu contoh orang yang jatuh cinta pada batik. Setidaknya begitu kelihatannya ketika dari batik, beliau bisa menjadikan 7 orang anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik, meskipun tidak ada yang meneruskan cintanya, membatik. Bagi kebanyakan orang di Desa girilayu, sudah tahu nama Suro Pawiro, karena batik, dan karena cintanya pada Jawa.

Darinya batik populer sebagai mata pencaharian dan bukti bahwa budaya batik masih berjuang untuk bertahan. Suro, bukan pembatik, istrinya yang membatik, di depan rumah dengan pohon kelapa yang bolong bekas meriam belanda, sekarang sudah ditebang. Beliau memasarkan batiknya ke Solo, sekitar kurang lebih 40 km. Dulu mungkin belum ada transportasi. Dan apabila salah satu batik klasik Solo sangat terkenal, mungkin saja itu salah satu perjuangannya.

Source Prajnaparamita indonesianbatik.id/2018/01/24/sekilas-sejarah-suro-pawiro-dalam-hingar-bingar-desa-batik-girilayu
Comments
Loading...