Batik Indonesia : Proses Akulturasi Budaya Batik Lasem

0 27

Batik Lasem adalah salah satu warisan kebudayaan dari nenek moyang Indonesia yang dihasilkan di wilayah pedesaan sekitar kecamatan Lasem, kabupaten Rembang provinsi Jawa Tengah. Tiap warisan kebudayaan memiliki ciri khasnya tersendiri sesuai dengan kondisi obyektif memori masyarakat lokal. Batik Lasem memiliki ciri khas tersendiri seperti warna warna merah lasem yang konon tidak dapat ditiru pembuatannya oleh daerah lain. Oleh penduduk sekitar dikenal dengan nama abang getih pitik (merah darah ayam).

Peredaran batiknya sendiri ketika di zaman keemasannya telah mencapai berbagai wilayah seperti Jawa, Sumatra, Malaka, Suriname, Bali, Gorontalo dsb. Batik lasem bisa dikatakan merupakan ekspresi dari proses akulturasi budaya yang diakibatkan datangnya pedagang dari berbagai wilayah dan sempat berinteraksi dengan masyarakat lokal. Proses pencampuran budaya terlihat dari motif dan warna batiknya sendiri. Terjadi pengembangan terhadap hasil produksi batik.

Beberapa wilayah yang diperkirakan mempengaruhi pembuatan batik Lasem adalah budaya Tiongkok, Jawa, Champa India Belanda dan Islam. Perpaduan Budaya Dalam Motif Batik Lasem. Budaya Tiongkok terlihat dari motif burung phoenix (Hong), naga (Liong), unicorn (kilin) ikan mas, figur dewa-dewi, swastika, kelelawar, bunga pheony, bunga seruni, buah delima banyak ditemukan sekitar tahun 1800-1942. Pembatik sekaligus konsumennya sendiri sebelum tahun 1990an adalah Tionghoa selain komunitas Minangkabau, Palembang, Jambi, Bali dan Suriname. Warna terjadi dua cara.

Source batik.or.id batik.or.id/proses-akulturasi-budaya-batik-lasem
Comments
Loading...