Batik Indonesia : Pengaruh Eropa di Pemakaian Batik

0 133

Sebelum tahun 1950, bangsa Eropa sudah memulai ekspansi dengan mengimpor bahan kain dari India ke Jawa untuk menunjukkan simbol kekuasaan bangsa Eropa di Jawa lewat cara berpakaian. Dengan adanya ekspansi ini membuat trend fashion masyarakat Jawa juga mengalami perubahan. Pengaruh berpakaian lelaki Barat juga dirasa ikut mempengaruhi lelaki Jawa pada umumnya seperti celana panjang, jas dan sepatu. Terlebih kalangan elit yang dekat dengan kehidupan orang Eropa.

Sedangkan pada masyarakat biasa lebih banyak masih memakai budaya lama dalam hal berpakaian. Beberapa tahun kemudian, kaum perempuan juga mulai menerima pengaruh Barat pada cara mereka berpakaian. Contohnya, kombinasi antara batik dan kebaya klasik eropa. Meskipun pada dasarnya pemakaian batik pada saat itu sudah menjadi pakaian utama masyarakat Jawa sekitar abad ke XIX. Sejarah pakaian yang sekarang dikenal sebagai pakaian daerah Surakarta baik laki-laki maupun perempuan berkaitan dengan keberadaan budaya keraton Solo.

Keraton sebagai pusat institusi dan tata pemerintahan, mempunyai aturan-aturan khusus yang berkaitan dengan pakaian. Apabila dilihat secara seksama pakaian atau gaya busana Surakarta dapat dibedakan menurut kebutuhan, tingkat umur, dan status pemakainya. Perbedaan keturunan ikut memainkan peran untuk terciptanya ketegasan batasan penggunaan pakaian, baik untuk kegiatan sehari-hari atau dalam kegiatan yang bersifat resmi. Model dan jenis pakaian yang dikenakan oleh mereka  di keraton.

Source Prajnaparamita indonesianbatik.id/2018/03/22/pengaruh-eropa-dalam-pemakaian-batik-masyarakat-surakarta-sebelum-tahun-1900
Comments
Loading...