Batik Indonesia : Parang Rusak Barong Solo Yogya

0 59

Penggunaan warna pada motif batik Parang Rusak Barong adalah soga atau coklat, nila atau biru, dan putih. Persamaan dari segi warna adalah kedua motif batik Parang Rusak Barong di wilayah tersebut menggunakan warna-warna. Aspek persamaan dari segi fungsi adalah adanya aturan yang pernah dan masih diberlakukan dalam keraton yang menyebutkan bahwa motif batik Parang Rusak Barong di Yogyakarta dan Surakarta hanya digunakan khusus oleh raja dan putra mahkotanya.

Fungsi lainnya adalah sebagai sarana legitimasi dan penanda kedudukan raja untuk menunjukkan sebuah eksistensi. Pengartian makna yang terkandung dalam motif batik Parang Rusak Barong di dalam keraton adalah sebuah ajaran filosofi yang disampaikan oleh Sultan Agung. Ajaran tersebut adalah ungkapan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang kehidupannya telah diatur dari hidup sampai mati oleh Tuhan sendiri. Komunitas pembatik yang paham akan ajaran filosofis juga memiliki pengertian sama dengan kerabat keraton.

Sebelum kita menuju perbedaan motif Parang Rusak Barong, kami tidak mencoba untuk membedakan atau mengunggulkan salah satu motif baik dari gaya Surakarta maupun Yogyakarta. Karena semua hasil karya batik merupakan sebuah hasil kebudayaan yang sangat tidak ternilai harganya. Masing-masing daerah memiliki keistimewaan tersendiri dan merupakan sebuah keanekaragaman Bhinneka Tunggal Ika.

Source Prajnaparamita indonesianbatik.id/2018/04/13/persamaan-dan-perbedaan-motif-parang-rusak-barong-gaya-surakarta-dan-yogyakartabatik
Comments
Loading...