Batik Indonesia : Lawasan Dwi Naga Rasa Tunggal

0 8

Batik lawasan ini bermotifkan dua naga Jawa yang ekornya saling bertautan, yang dikenal sebagai

Dwi Naga Rasa Tunggal

Simbol ini disebut Chandra Sengkala atau Sengkalan Memet dalam budaya Jawa, yaitu penanda waktu melalui gambar atau chronogram. Setiap kata mengandung makna angka yang menjelaskan waktu dari sebuah peristiwa sejarah yang penting, semisal berdirinya kerajaan, mulainya pembangunan candi, runtuhnya kekuasan suatu kerajaan dan lain-lain. Dwi Naga Rasa Tunggal merupakan Sengkalan tertua di Keraton Yogyakarta, yang nampak di atas gerbang atau gapura.

Ia mengandung makna angka Dwi = 2, Naga = 8, Rasa = 6, Tunggal = 1, yaitu tahun Jawa 1682 atau tahun Masehi 1756. Adalah tahun boyongan atau pindahan dan peresmian berdirinya Keraton Yogyakarta pasca Perjanjian Giyanti 1755 M yang memisahkan Kerajaan Mataram menjadi dua (Kasunanan Surakarta Dan Kesultanan Yogyakarta). Simbol ini mengandung makna tersembunyi tentang kesadaran bahwa meskipun terbelah dua, tetapi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta tetaplah satu. Rasa Tunggal juga bermakna “Loro-Loroning Atunggil “…Dua-duanya menyatu. Kehadiran motif Parang sebagai simbol kerajaan, karena dulunya motif ini hanya boleh dipakai oleh Raja dan keluarga kerajaan.

Source instagram.com instagram.com/p/BF_z5w2I6Q1/?hl=id&taken-by=bacabatik
Comments
Loading...