Batik Indonesia : Kejayaan Batik Indigo Borobudur

0 7

Mengembangkan seni batik dengan warna alami dari daun indigo yang nyaris punah di kawasan Candi Borobudur. Tidak ada darah seni yang mengalir pada diri pria berusia 35 tahun itu. Semua berawal dari keprihatinan bahwa seni batik indigo sudah sulit bahkan tidak dapat ditemui di Candi Borobudur.

Ada rasa enggak rela ketika tahu kalau batik indigo sudah punah, padahal dahulu mudah ditemui. Indigo dengan Candi Borobudur memiliki ikatan sejarah

ungkap Kukuh, mengawali berbincangan di kantornya, di Polres Magelang, Minggu. Informasi tentang batik warna daun indigo diketahui ketika ia mulai menggeluti dunia seni di Candi Borobudur. Barawal dari ketika bergabung dengan komunitas mobil, membangun homestay di Borobudur, lalu ikut komunitas seni rupa, teater, sampai sinematografi.

Mulai intens di Borobudur tahun 2011-2012, sampai pada tahun 2015, saya mulai suka batik ketika mengantar tamu homestay keliling Borobudur, dari situ saya memperoleh pengetahuan bahwa warna daun indigo sudah punah

ungkap pria asal Kabupaten Kebumen itu. Kukuh kemudian mencari tahu dan bereksperimen dengan warna daun indigo yang diambil dari seorang petani di Kabupaten Temanggung. Daun indigo berasal dari pohon indigo yang mirip dengan pohon kelor namun daunnya lebih kecil. Prosesnya cukup lama untuk menjadi pewarna batik, mulai dari fermentasi, direndam di larutan air biasa, dicampur dengan air kapur, gula.

Source kompas.com regional.kompas.com/read/2018/07/01/16175771/kegigihan-ipda-kukuh-kembalikan-kejayaan-batik-indigo-borobudur
Comments
Loading...