Batik Indonesia Karya Bung Karno dan Batik Diponegoro

0 24

Batik Indonesia Karya Bung Karno dan Batik Diponegoro

Batik tak dapat dicegah akhirnya berkembang di luar keraton. Dibuat motif-motif baru yang berbeda dari pakem keraton. Batik ini  disebut batik sudagaran. Juga berkembang motif rifaiyah yang tumbuh di kalangan umat muslim, yang  tak mau menggambar mahluk hidup secara lengkap.

Lain lagi dengan kisah Bung Karno  yang adalah seorang pecinta seni. Ternyata selain  kolektor  lukisan  beliau juga suka batik. Setelah 5 tahun kemerdekaan Indonesia  Bung Karno punya ide menuangkan keberagaman Nusantara dalam selembar kain. Motifnya adalah gabungan motif parang dan buketan. Batik kemudian dikerjakan oleh Go Tik Swan, seniman batik dari Solo. Ia membuat batik dengan motif Yogya dan Solo tetapi dengan warna cerah khas pesisir, merah, hijau, kuning dan ungu.  Kain ini pun jadi koleksi Museum Batik Danar Hadi Solo.

Dari pemandu Museum Batik Danar Hadi Solo ini banyak informasi baru yang kudapat. Makanya kepala rasanya penuh dengan informasi sangat berharga.  Kepala penuh di sini maksudnya ya itu terasa seperti mendapat harta karun tak ternilai. Ternyata batik bisa dipakai sebagai sandi, perantara dalam menyampaikan pesan rahasia. Ini dilakukan  dalam perang Diponegoro. Walau agak sedikit penasaran  pesan penting itu berapa lama akan sampai ke orang atau pasukan yang dituju. Lha batiknya bagus dan rapi, membuatnya pasti makan waktu cukup lama.

Batik telah menyebar ke seluruh penjuru tanah air. Tentu kain-kain terbaik dari berbagai daerah ini pun menjadi koleksi museum. Danar Hadi menerima reproduksi batik tergantung kerumitan motif. Salah satu motif kuno yanga sudah sangat jarang dibuat karena motifnya sangat halus dan rapat dibuat  tiruannya dengan ongkos 10 juta rupiah saja. kain ini dipesan oleh serang bankir wanita terkenal. Selain  mengagumi keindahan batik, pengunjung museum pun bisa belajar membatik di bagian belakang museum. 

Source https://www.mondasiregar.com/ https://www.mondasiregar.com/museum-batik-danar-hadi-solo/
Comments
Loading...