Batik Indonesia : Batik Tulis Tradisional Motif Parang

0 21

Membatik, sebuah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi agar nantinya sesuai dengan apa yang pembatik inginkan. Beberapa pembatk tradisional di Desa Girilayu sudah bisa dibilang sebagai maestro, motif-motif batik itu begitu sulit untuk dibuat. Begitu juga dengan motif yang cenderung mudah apabila kita lihat, batik tulis tradisional motif parang meskipun terlihat sederhana namun nyatanya begitu sulit untuk dikerjakan. Motif parang merupakan motif geometris yang sejajar, namun dibuat melereng dengan kemiringan kuang lebih 45 derajat.

Meskipun sekali lagi terlihat mudah, tetapi kemiringan itu bisa menjadi kesulitan tersendiri bagi para pembatik tulis. Berbeda dengan batik cap atau batik pinting yang secara garis besar sudah memiliki alur dan motif yang sama persis. Batik tulis tradisional harus beerkaca kepada tangan kreatif para pembatik untuk membuat motif parang menjadi sempurna, baik kemiringan maupun motif geometrisnya. Kesulitan sebenarnya dimulai dari pembuatan pola dimana haus ada garis bantuan agar batas-batas geometris tersebut terlihat sama dan sejajar dengan kemiringannya.

Kesulitan selanjutnya adalah motif-motif yang harus bersifat geometris dengan garis tersebut. Kemiringan motif parang ini menjadi ciri khas selain motif Udan Liris, bedanya, motif Udan Liris motif geometrisnya juga mengikuti garis lereng kemiringan. Sedangkan motif Parang kebanyakan merupakan pola geometris tegak lurus dengan garis kemiringan motif. Inilah yang sulit.

Source Prajnaparamita indonesianbatik.id/2018/11/28/batik-tulis-tradisional-motif-parang-terlihat-mudah-tetapi-sulit
Comments
Loading...