Batik Indonesia : Batik Pewarna Alam – Klasik nan Elegan

0 78

Berabad lamanya, penggunaan bahan pewarna alami sudah dikenal pembatik di Indonesia. Keragaman hayati Indonesia menyediakan banyak bahan-bahan pewarna yang tersedia di alam – murah dan mudah di dapat. Keahlian untuk mengolah bahan pewarna alam dikembangkan secara tradisional dan diturunkan dari generasi ke generasi. Diperkenalkannya bahan pewarna kimia/sintetis [mungkin pada era kolonialisme], menarik minat pembatik karena bahan pewarna kimia memberikan pilihan warna yang lebih beragam dan warna yang lebih terang dibandingkan menggunakan pewarna alam.

Proses pewarnaan juga menjadi lebih singkat dan lebih murah dengan pewarna kimia. Dalam beberapa tahun belakangan ini, tren penggunaan bahan baku pewarna alam kembali marak di kalangan para pembatik. Meski beberapa bahan pewarna kimia memenuhi standar industri untuk digunakan, tapi jika tidak diiringi dengan sistem pengolahan limbah kimia yang layak, pencemaran sungai tidak bisa dihindari. Semangat green environment tidak hanya didukung oleh banyak pembatik, tapi demand untuk produk-produk ramah lingkungan juga makin tinggi – termasuk untuk batik.

Secara tradisional penggunaan bahan pewarna alam sebenarnya masih banyak digunakan, meski jika dibandingkan dengan penggunaan bahan pewarna kimia jumlahnya lebih sedikit. Penggunaan bahan pewarna alam juga lebih banyak terbatas untuk menciptakan warna-warna klasik khas tradisional, seperti warna coklat kemerahan di daerah Yogyakarta dan Solo. Warna tradisional “coklat kemerahan” itu disebut “sogan (sogo)”.

Source kepulauanbatik.com kepulauanbatik.com/2016/01/21/batik-warna-alam-klasik-nan-elegan
Comments
Loading...